banner 728x90

Kasus TB Meningkat, Bupati Kutim Usul Bentuk Satgas di Tingkat RT

Kutimzone.com, Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, mengungkapkan keprihatinnya terhadap penderita penyakit Tuberkulosis (TB) yang terus meningkat. Ia lalu mendorong pembentukan Satuan Tugas (Satgas) penanganan khusus secepatnya.

Menurutnya, kasus TB yang meningkat seiring waktu barangkali nampak biasa saja. Namun Ardiansyah menyebut penyakit itu berbahaya lantaran bisa menular dengan mudah.

“TBC ternyata di Kutai Timur kasusnya banyak, makanya itu dikatakan bak teori gunung es yang terlihat sedikit tetapi ternyata dibawahnya banyak sekali karena itu penyakit menular,” ujar Ardiansyah saat diwawancarai usai menghadiri kegiatan Pengembangan dan Evaluasi Distric Publik Private Mix (DPPM) TBC di Kutai Timur tahun 2023, di Hotel Royal Victoria Sangatta, Kamis, 16 November 2023.

Selama ini, kata Ardiansyah, yang membuat kesulitan tenaga kesehatan adalah sikap enggan masyarakat mengungkapkan penyakit TB yang diidap. Akhirnya, interaksi antara pengidap dengan orang sekitarnya berakibat penularan yang cepat.

Dalam upaya mengatasi hal ini, ia menyatakan bahwa Pengembangan dan Evaluasi DPPM TBC ini merupakan langkah strategis untuk menemukan solusi teknis dan kolaboratif dalam meminimalisir penyebaran TB.

Ia menegaskan, diperlukan kolaborasi lintas sektor dengan mengajak semua pihak terlibat, termasuk rumah sakit umum, swasta, dan klinik, untuk bersama-sama menemukan kasus, melaporkan data, dan memberikan pengobatan hingga tuntas.

“Dalam rangka untuk bersama-sama kita berkolaborasi. Pertama menemukan dulu setelah itu datanya dilaporkan, lalu dilakukan pengobatan sampai tuntas. Mana mungkin pengobatan bisa dilaksanakan sampai tuntas kalo menemukan kasusnya saja tidak bisa,” ujarnya.

Ardiansyah mengusulkan penerapan model penanganan TB yang terinspirasi dari pengalaman penanganan COVID-19, mengacu pada adanya satgas di tingkat RT yang langsung melaporkan kasus ke tingkat selanjutnya. Ia berharap hal ini dapat diadopsi untuk memantau dan menangani kasus TB di Kutai Timur.

“Tapi saya tidak berani mendahului karena keputusan pemerintah tidak seperti penanganan COVID kemarin tapi semoga di Kaltim bisa mencontoh penanganan COVID ini untuk diimplementasikan ke penanganan TB,” pungkasnya

Ia juga berharap agar penanganan ini perlu ditangani secara serius dan terintragrasi denan baik.

“Pertemuan ini tentang masalah itu, teknik bagaimana TB ini secara kolaboratif dan maksimal untuk dilakukan minimalisasinya,” tandas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *