Kutimzone.com, Sangatta – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) dari Fraksi Demokrat, Abdi Firdaus, menyampaikan 11 usulan pembangunan untuk Kutim. Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kutim beberapa waktu lalu.
“Kami ingin peningkatan infrastruktur di desa-desa Kecamatan Teluk Pandan yang masih belum maksimal dan masih sangat dinanti oleh masyarakat. Percepatan pembangunan listrik di Desa 102, Kecamatan Bengalon. Perbaikan jalan menuju Desa Pinang Raya Kecamatan Sangatta Selatan serta jalan usaha tani di beberapa desa di Kutim,” ujarnya.
Selain itu fraksi Demokrat meminta normalisasi sungai guna penanggulangan banjir di Bengalon dan Teluk Pandan, mengingat musim penghujan sudah mulai tiba.
“Kami ingin sampaikan insentif para supir dan tenaga angkut sampah di Bengalon yang masih belum masuk perhatian pemerintah daerah,” ujarnya.
Selain itu, pembangunan SMA atau SMK di Sangkima, karena sampai hari ini mereka masih harus sekolah di Sangatta yang menyebabkan kenaikan biaya pengeluaran keluarga, diperparah lagi ada yang sampai tidak melanjutkan pendidikan dikarenakan jarak sekolah yang cukup jauh.
Selain itu ia berharap percepatan proses desa pemekaran menjadi desa definitif demi terciptanya keadilan dan pemerataan pembangunan bagi masyarakat Kutim.
“Kami juga meminta pemkab Kutim memperhatikan bantuan modal untuk UMKM yang terdampak dari COVID-19 agar bisa kembali memulai usahanya seperti sedia kala,” ujarnya.
Selanjutnya, program untuk menjadikan Kutim kota hijau yang didukung oleh potensi lahan hijau yang tersedia masih cukup banyak. Memaksimalkan aset dan potensi pariwisata di segala lini dan sektor di semua kecamatan sebagai pendukung Pendapatan Asli Daerah.
Abdi Firdaus mengatakan, usulan-usulan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian dan komitmennya untuk memajukan Kutim.
“Saya berharap usulan-usulan ini bisa diterima oleh pemerintah daerah secara umum dan diimplementasikan di setiap organisasi perangkat daerah agar dapat membawa manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan dan yang terpenting adalah masyarakat Kutim menjadi lebih maju,” tuturnya.


