
Kutai Timur Tak Ingin Sekadar Numpang Lewat di PORPROV
KUTIMZONE.COM|SANGATTA – Keseriusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Kalimantan Timur VIII 2026 mulai terlihat. Tak ingin sekadar menjadi pelengkap persaingan, Kutai Timur kini mematangkan strategi besar untuk mendongkrak perolehan medali emas dan menembus papan atas klasemen akhir di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Langkah awal itu ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Tahap I di Sekretariat KONI Kutai Timur, Selasa (19/5/2026), yang menjadi forum konsolidasi awal seluruh kekuatan olahraga daerah menuju PORPROV VIII di Kabupaten Paser. Rapat dipimpin langsung Wakil Bupati Kutai Timur sekaligus Ketua Kontingen PORPROV Kutim, Mahyunadi, didampingi Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan selaku Wakil Ketua Kontingen, Sekretaris Dispora Muhammad Misbahul Choir, Ketua Umum KONI Kutim Rudi Hartono, serta Sekretaris Umum KONI Hardoni.
Turut hadir dalam rakor tersebut sesepuh olahraga Kutai Timur Sarwono Hidayat bersama para ketua dan pengurus cabang olahraga (cabor) yang diproyeksikan menjadi tulang punggung perolehan medali Kutim.
Ketua Umum KONI Kutai Timur, Rudi Hartono, menegaskan pentingnya membangun koordinasi dan komunikasi yang kuat sejak awal antar pengurus cabor dan tim kontingen. Menurutnya, seluruh persoalan teknis harus dibahas lebih dini agar tidak menjadi hambatan saat pertandingan berlangsung.
“Hal sekecil apa pun, baik formal maupun nonformal, mari kita diskusikan bersama. Jangan sampai setelah bertanding baru muncul keluhan soal akomodasi, transportasi, atau konsumsi. Kita ingin semuanya disiapkan sejak sekarang agar strategi yang dibangun benar-benar matang dan peluang medali emas semakin besar,” ujar Rudi.
Di sisi lain, Kepala Dispora Kutai Timur Basuki Isnawan menyebut pihaknya kini bergerak cepat melakukan pendataan dan inventarisasi kebutuhan seluruh kontingen secara bertahap. Dari total 64 cabor yang akan tampil di PORPROV VIII, tahap awal ini difokuskan pada 36 cabor agar koordinasi berjalan lebih efektif.
“Sejauh ini kami sudah mengidentifikasi kebutuhan dan jumlah kontingen dari 24 cabor, sementara sisanya akan segera menyusul. Karena itu kami berharap seluruh pengurus cabor aktif melengkapi data saat diundang, sebab data tersebut menjadi dasar pemenuhan kebutuhan atlet dan official,” jelas Basuki.
Ia juga menyebut Sekretariat KONI Kutai Timur kini resmi difungsikan sebagai Sekretariat Kontingen PORPROV VIII. Selain itu, komunikasi internal diperkuat melalui grup WhatsApp untuk mempercepat distribusi informasi dan koordinasi antarbidang.
“Pak Bupati menargetkan Kutai Timur masuk tiga besar. Namun Pak Wakil Bupati memberikan motivasi lebih tinggi, kalau bisa posisi kedua atau bahkan juara umum, kenapa tidak? Ini pekerjaan besar yang hanya bisa dicapai dengan kekompakan seluruh elemen olahraga,” tegasnya.
Wakil Bupati Kutai Timur sekaligus Ketua Kontingen PORPROV Kutim, Mahyunadi, mengungkapkan bahwa amanah memimpin kontingen diberikan langsung oleh Bupati Kutai Timur sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah menjaga soliditas dan semangat bersama menuju prestasi olahraga yang lebih tinggi.
Mahyunadi mengakui target besar yang dibebankan kepada Kutai Timur bukan perkara mudah jika berkaca pada hasil PORPROV sebelumnya. Saat itu Kutai Timur berada di peringkat keempat dengan selisih sekitar 50 medali emas dari posisi ketiga. Karena itu, menurutnya diperlukan strategi yang lebih terukur dan fokus pada cabang-cabang olahraga penyumbang medali terbanyak.
“Kita harus cermat membaca peluang. Penentuan peringkat dihitung dari jumlah medali emas, sehingga kita harus memaksimalkan cabor-cabor potensial yang menyediakan banyak nomor pertandingan. Misalnya Hapkido dengan lebih dari 50 medali emas yang diperebutkan, kemudian Aeromodelling dengan 49 medali emas. Cabor populer seperti sepak bola tetap kita dorong maksimal, tetapi pendulang emas terbesar harus menjadi fokus utama,” papar Mahyunadi.
Selain membahas strategi perebutan medali, Mahyunadi memastikan aspek kenyamanan atlet juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan tim kontingen. Mulai dari kualitas perlengkapan pertandingan, konsumsi atlet, transportasi, hingga akomodasi akan dipersiapkan secara maksimal demi menjaga performa atlet selama bertanding.
“Kita ingin atlet bertanding dengan nyaman dan fokus. Jangan sampai ada persoalan teknis yang mengganggu mental maupun performa mereka di lapangan. Semua harus dipersiapkan sebaik mungkin karena mereka membawa nama besar Kutai Timur,” tandasnya.(kz/am)
