banner 728x90

Firnadi Minta Kukar Gali Potensi Perkebunan dan Industri Hilir

Firnadi Ikhsan, Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltim
Firnadi Ikhsan, Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltim saat diwawancarai di Gedung E DPRD Kaltim, Senin (26/5/2025)

Samarinda – Kutai Kartanegara (Kukar) dinilai menyimpan kekuatan ekonomi yang belum tergarap maksimal di luar sektor migas dan batu bara. Anggota Komisi II DPRD Kaltim sekaligus Ketua Fraksi PKS, Firnadi Ikhsan, menyuarakan pentingnya diversifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar perekonomian daerah tidak terlalu bergantung pada sumber daya yang fluktuatif.

“Saya kira selain Migas atau Batubara, perkebunan jadi primadona di kita ya. Kita punya luasan lahan yang cukup untuk perkebunan, baik sawit maupun komoditas lain,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Kaltim, Senin (26/5/2025).

Firnadi menyoroti potensi besar dari perkebunan kelapa, yang dinilai ramah lingkungan dan memiliki permintaan pasar yang terus meningkat. Menurutnya, pengembangan sektor ini dapat menjadi solusi jangka panjang yang berkelanjutan.

Selain itu, Firnadi menekankan bahwa perikanan dan peternakan juga memiliki peluang besar untuk menopang PAD Kukar. Namun, ia menilai pengelolaan kedua sektor ini belum dilakukan secara maksimal dan masih kurang berorientasi pasar.

Lebih jauh, Firnadi menyoroti pentingnya mengembangkan industri hilir dari sektor migas dan batu bara, yang selama ini belum menjadi fokus pemerintah daerah.

“Potensi migas itu juga harusnya fokus pada jasa dan usaha-usaha turunan dari apa yang kita miliki. Misalnya usaha turunan migas, usaha turunan batu bara yang hari ini tidak banyak kita manfaatkan,” tegasnya.

Peluang yang dimaksud Firnadi meliputi pengolahan limbah tambang, penyediaan alat dan suku cadang, hingga pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja lokal. Langkah ini diyakininya dapat memperluas rantai nilai ekonomi dan membuka lebih banyak lapangan kerja di Kukar.

Menurut Firnadi, keberhasilan transformasi ekonomi tidak akan tercapai tanpa kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pelaku usaha. Karena itu, ia mendorong Pemkab Kukar untuk menyusun strategi pembangunan berbasis potensi lokal secara sistematis.

“Kita tidak bisa terus mengandalkan sumber daya alam yang terbatas. Harus ada keberanian untuk membangun sektor lain yang lebih menjanjikan dan berkelanjutan,” tandasnya.

Dengan menjajaki potensi sektor non-migas dan mendorong pertumbuhan industri hilir, Firnadi optimistis Kukar mampu meningkatkan kemandirian fiskal dan membangun ekonomi yang inklusif serta tahan terhadap gejolak pasar global. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *