banner 728x90

Fadly Imawan: Swasembada Tak Lengkap Tanpa Sejahterakan Petani

Penajam – Dalam momentum Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II yang digelar di Mapolres Penajam Paser Utara pada Kamis (5/6/2025), anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur Fadly Imawan menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan nasional tak boleh hanya berhenti pada aspek produksi semata. Menurutnya, kesejahteraan petani harus menjadi indikator utama kesuksesan program pangan berkelanjutan.

Fadly hadir mewakili pimpinan DPRD Kaltim dalam kegiatan yang diinisiasi serentak secara nasional oleh Polri, dan terhubung secara virtual dengan Presiden RI Prabowo Subianto, Kapolri, Panglima TNI, serta sejumlah menteri. Ia mengapresiasi peran aktif jajaran Kepolisian, khususnya Polda Kaltim, dalam mendorong ketahanan pangan lewat budidaya jagung.

“Alhamdulillah kita bisa menyaksikan panen jagung bersama. Terima kasih kepada Polda Kaltim atas inisiasinya. Ini bukan hanya seremoni, tetapi bagian dari upaya nyata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Fadly dalam sambutannya.

Namun ia menegaskan bahwa keberhasilan panen tak cukup jika tidak berdampak pada peningkatan taraf hidup para petani.

“Kita jangan hanya fokus pada panennya. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa petani kita mendapatkan hasil yang layak, dan kehidupan mereka menjadi lebih baik karena program ini,” tambahnya tegas.

Lebih jauh, Fadly menilai kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TNI-Polri, pemerintah daerah, dan pusat merupakan kekuatan penting dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan. Ia berharap sinergi seperti ini terus diperluas dan tidak hanya terbatas pada seremoni musiman.

Presiden Prabowo dalam sambutannya yang disiarkan virtual juga menekankan pentingnya pencapaian swasembada pangan sebagai bagian dari kemandirian bangsa. Fadly menyambut baik arah kebijakan tersebut, tetapi mengingatkan agar dampak program tetap berpihak pada kelompok rentan.

“Kalau swasembada berhasil tapi petani tetap miskin, berarti ada yang harus diperbaiki. Kita ingin program ini menjadi solusi jangka panjang, bukan sekadar proyek musiman,” pungkasnya.

Dengan sorotan tajam terhadap aspek kesejahteraan petani, pernyataan Fadly menjadi pengingat bahwa kebijakan pangan harus menyentuh akar persoalan, yaitu kehidupan para pelaku utama sektor pertanian. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *