banner 728x90

Ekonomi di Pedalaman Kutim Meningkat Drastis, Siang Geah Wanti-wanti Warga Manajerial Keuangan

Kutimzone.com, Sangatta – Ekonomi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di kawasan pedalaman menunjukkan perkembangan signifikan. Kawasan pedalaman yang dimaksud yakni Muara Wahau, Kongbeng, dan Telen.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi A DPRD Kutim, Siang Geah, di ruang kerjanya. Bahkan, kata dia, perputaran uang di Muara Wahau berdasarkan laporan bank setempat mencapai 10-11 milliar.

Meski dipandang positif, Siang Geah tetap mengkhawatirkan sisi lainnya. Ia berharap, warga di tiga wilayah itu memiliki skill manajerial keuangan yang baik, dan meminimalisir kecenderungan konsumtif.

“Saya punya kekhawatiran dengan pendapatan yang sudah luar biasa itu, kita tidak bisa memanfaatkan uangnya dengan baik, memiliki sifat konsumtif,” ungkap Politisi PDI-P ini saat wawancara di ruang kerjanya.

Pertanian sawit yang menjadi sumber pendapatan utama di Kutim, Siang Geah menjelaskan bahwa dalam masa panen yang melimpah, pendidikan dan pendampingan menjadi sangat penting.

Upaya pemerintah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang manajemen keuangan dan investasi yang bijak menjadi hal yang mendesak.

“Ketika sawit ini sudah berbuah lebat, bagaimana mengelola pendapatan dari hasil panen menjadi sebuah isu yang perlu diberi perhatian khusus,” kata Siang Geah.

“Jadi tidak hanya masyarakat lokal, seharusnya ketika ada uang, itu diinvestasikan ke hal lain. Itulah yang harus diajarkan,” sambungnya.

Selain itu, para petani menerima pendapatan tambahan, Siang Geah menyoroti perlunya kesadaran dan pemahaman mengenai pengelolaan dana yang masuk.

“Apalagi yang habis panen sawit bisa mendapatkan pendapatan yang signifikan, kadang-kadang mencapai Rp7 juta hingga Rp10 juta rupiah per bulan,” ungkapnya.

Pendapatannya yang tinggi memberikan peluang besar bagi para petani, namun juga berisiko jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, pendidikan dan pendampingan mengenai manajemen keuangan dan investasi yang tepat akan menjadi faktor penting dalam memastikan bahwa pendapatan tersebut benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan berkelanjutan bagi daerah.

“Kami juga mengahadap ada sosialisasi dan edukasi tentang penggunaan finansial dengan baik dan bijak,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *