banner 728x90

Damayanti: Perempuan Harus Berani Bicara dan Tampil

Samarinda – Di tengah era keterbukaan informasi dan persaingan yang kian ketat, kemampuan berbicara di depan umum menjadi keterampilan yang tak bisa diabaikan, terutama bagi kaum perempuan. Hal ini disampaikan Damayanti, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur, saat mengajak para perempuan Kaltim untuk lebih percaya diri dalam mengekspresikan pendapat dan berani mengambil peran publik.

“Di era modern sekarang ini, perempuan dituntut serbabisa. Tidak hanya modal cantik, tapi wajib menguasai basic life skill. Salah satunya kemampuan public speaking,” ungkap Damayanti.

Ia menekankan bahwa public speaking bukan sekadar kemampuan teknis berbicara, tapi merupakan modal penting dalam membangun kepercayaan diri, memperluas jaringan, dan bersosialisasi di berbagai bidang kehidupan, termasuk politik.

“Supaya kelihatan cerdas, perempuan harus ditunjang dengan excellent public speaking. Bukan hanya bisa bicara di depan khalayak umum, tapi juga untuk kebutuhan menjalin relasi, bergaul, dan bersosialita,” jelasnya.

Politisi perempuan dari Fraksi PKB ini juga mengakui bahwa kemampuan berbicara yang baik tidak datang secara instan. Butuh proses, latihan, dan keberanian untuk mampu menyampaikan pendapat secara tertata dan meyakinkan di ruang publik, apalagi di dunia politik yang penuh dinamika.

“Perempuan itu tidak hanya diam tapi yang berani, yang public speaking-nya bagus, pandai berbicara dan tertata. Saya juga masih dalam proses belajar,” aku mantan anggota DPRD Samarinda periode 2019–2024 itu.

Damayanti menggambarkan kontestasi politik sebagai medan pertempuran yang menuntut kesiapan, termasuk dari sisi mental dan komunikasi. Ia menilai keberanian adalah kunci utama bagi perempuan untuk tampil dan didengar.

“Ya teman-teman, saya juga masih belajar. Karena begini ya untuk berani maju di pertempuran, di kontestan pemilu, itu butuh keberanian,” tegasnya.

Ia berharap semakin banyak perempuan yang berani melatih diri dan mengambil peran aktif, tidak hanya sebagai pendukung di balik layar. Menurutnya, perempuan harus turut andil dalam mengambil keputusan dan memimpin perubahan.

“Perempuan sekarang harus bisa ambil peran. Jangan hanya jadi pendukung di belakang. Kalau kita ingin didengar, maka kita juga harus bisa berbicara,” pungkasnya.

Ajakan Damayanti menjadi pesan kuat bahwa pemberdayaan perempuan dimulai dari keberanian untuk tampil dan menyuarakan pendapat secara lugas dan percaya diri. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *