Kutimzone.com, Teluk Pandan – Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman berkesempatan membuka kegiatan Public Speaking SMAN 1 Teluk Pandan, pada, Sabtu, 3 Februari 2024. Kegiatan transfer ilmu tersebut menjadi bagian program peningkatan kapasitas siswa melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Pada kesempatan itu, Ardiansyah mengaku bangga karena bisa membuka acara Public Speaking khusus bagi siswa SMA. Untuk itu ia meminta seluruh siswa, bahkan guru yang ada agar maksimal manfaatkan momen pelatihan ini.
“Public Speaking ini wajib dimiliki guru, camat, anak- anak siswa siswi dan kepala sekolah. Karena mereka wajib berbicara di depan umum. Karena siswa-siswi mengisi estafet peta pembangunan di masa yang akan datang,” urainya.
Ardiansyah memprediksi sekitar 20 tahun ke depan, anak-anak Teluk Pandan dan siswa siswi Kutim umumnya pasti akan mengisi posisi dan struktural pemerintahan. Karenanya, semua anak sekolah harus melatih diri dalam memimpin, termasuk memperbaiki kualitas public speaking.
Semangat belajar inilah yang ingin dilihat oleh orang nomor satu di Pemkab Kutim tersebut. Saat transfer ilmu public speaking bisa berinteraksi dengan pemateri.
“Semoga dapat memberikan manfaat,” tambahnya.
Berikutnya dia menjelaskan bahwa dalam pendidikan ada program Merdeka Belajar. Anak-anak dan guru diberikan improvisasi untuk pendidikan.
Pemerintah mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah menggelar pembelajaran public speaking melibatkan Pemkab Kutim dan perusahaan. Inovasi keilmuan bagi siswa ini penting, apalagi Teluk Pandan menjadi pintu gerbang masuk ke Kutim artinya memiliki tempat strategis yang memerlukan sumber daya manusia kompeten.
“Oleh karenanya, anak-anak harus memiliki konsep strategis. Khususnya dalam manajemen diri dan Public Speaking agar menjadi bekal ilmu untuk dipelajari. Sehingga menjadi generasi yang berkualitas di masa mendatang,” tutupnya pada acara yang dihadiri pejabat Kecamatan Teluk Pandan, Kepada Sekolah serta beberapa pejabat lingkup Pemkab Kutim. (Rls)


