banner 728x90

Bupati Kutim Dorong PT PAMA Investasi di Sektor Non Mineral, Antisipasi Pembatasan Ekspor Batu Bara Tahun 2030

Kutimzone.com, Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mendorong PT PAMA Persada agar berinvestasi di sektor non mineral. Ardiansyah melakukan itu sebagai upaya untuk mengantisipasi regulasi pembatasan ekspor batu bara pada 2030 mendatang.

Hal itu disampaikan Ardiansyah saat menghadiri acara HUT ke-18 Persatuan Istri Karyawan PAMA (PIKP) di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Ahad, 19 November 2023.

“Saya berharap para petinggi dan manajemen PT PAMA untuk beralih dari sektor pertambangan ke sektor non mineral. Seperti pertanian, Perkebunan, perikanan, kelautan dan pariwisata,” tuturnya.

Ardiansyah sendiri bergerak berdasarkan program pemerintah pusat. Sehingga, kata dia, peringatan dini ia sampaikan guna mencari solusi.

“Kebijakan ekspor untuk produk yang sustainable atau berkelanjutan dan hilirisasi terus didorong oleh Pemerintah Pusat. Kita berupaya agar investasi itu dapat berkesinambungan,” ujarnya.

Ardiansyah menilai, Produk ekspor berkelanjutan ini menjadi peluang yang sangat potensial.  Sasaran investasi seperti ekspor pisang, gula, nanas, dan coklat adalah iklim investasi yang dapat diperbaharui. Sehingga keberadaannya mampu menopang ekonomi kerakyatan. 

Disisi lain, ia juga mendorong potensi pariwisata yang ada di Kutim untuk lebih diberdayakan. Mengingat  beberapa destinasi keberadaan pantainya masih original. 

Ia juga mengapresiasi PT. PAMA yang telah berkontribusi menjaga atmosfer atau iklim investasi dan usaha di Kutim. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara tenaga kerja dan lapangan kerja.

“Kita apresiasi PAMA telah berkontribusi menjaga atmosfer dan iklim investasi sehingga mampu berjalan sesuai harapan,” katanya. 

Menurutnya, persoalan mendasar adalah menjaga keseimbangan antara tenaga kerja dan penyediaan lapangan pekerjaan. Sehingga konflik sosial dapat diantisipasi.

“Persiapan mendasar di Kutim adalah menjaga keseimbangan antara tenaga kerja dan lapangan kerja. Jika keseimbangan itu tidak terjaga bisa menimbulkan konflik sosial antara karyawan dan perusahaan juga ke Pemerintah,” ujarnya.

Ia juga berpesan pada HUT ke-18 PIKP itu,  terkait peran istri sangatlah penting dalam menunjang motivasi dan produktivitas suami dalam bekerja. Keberhasilan suami tentu karena ada dukungan dari peran seorang istri dan tentunya tidak melupakan kodratnya sebagai seorang ibu.

“Peran istri sangat penting dalam mendukung suami. Istri adalah madrasah pertama bagi anak-anak. Oleh karena itu, istri harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *