banner 728x90

Baba: Air Baku Mahakam ke Balikpapan Sangat Memungkinkan

Balikpapan – “Air bersih itu kebutuhan pokok, bukan lagi sekadar layanan.” Kalimat ini menggambarkan keprihatinan dan dorongan kuat H. Baba, Anggota DPRD Kalimantan Timur dari Dapil Balikpapan, terkait ketersediaan air baku di Kota Minyak. Ia menegaskan bahwa proyek penyaluran air dari Sungai Mahakam ke Balikpapan melalui jaringan tol sangat mungkin secara teknis dan harus segera direalisasikan.

Baba menjelaskan bahwa jarak sekitar 83 kilometer dari Loa Janan ke Balikpapan bukanlah kendala besar jika dikelola dengan serius dan mendapat pendanaan yang memadai. Kualitas air di kawasan Loa Janan juga dinilai cukup baik karena belum terkontaminasi oleh air laut.

“Memungkinkan sekali kan 83 kilometer itu jaraknya. Kalau kita lihat bahan baku kita di Mahakam ini, khususnya daerah Loa Janan itu sudah tergolong tidak terkontaminasi dengan pasang surut air laut,” ucap politisi senior PDI Perjuangan itu.

Selama ini, Kota Balikpapan bergantung pada sumber air tadah hujan yang dinilai tidak lagi memadai untuk kebutuhan jangka panjang. Pertumbuhan jumlah penduduk dan ekspansi industri menjadi tekanan tersendiri bagi ketersediaan air bersih.

“Balikpapan masih kesulitan air bersih, hanya mengandalkan tadah hujan saja selama ini. Tentu ini tidak menjadi solusi jangka panjang,” tambahnya.

Baba mengungkapkan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum sudah pernah menyusun kajian awal mengenai proyek ini. Rencana tersebut mencakup penyaluran air melalui jalur Tol Balikpapan–Samarinda, namun hingga kini belum ada kelanjutan konkret dari kajian itu.

“Mudah-mudahan ke depannya itu bisa cepat selesai dan tercapai, sehingga bisa dicover dengan pendanaan kita sendiri,” harapnya.

Selain Sungai Mahakam, Baba juga menyebut alternatif suplai air dari wilayah Sepaku, namun menyatakan bahwa belum ada langkah nyata dalam mewujudkan opsi tersebut.

“Untuk yang Sepaku sampai sekarang belum gimana-gimana, mudah-mudahan ke depan lah,” katanya.

Ia pun mendorong agar proyek penyediaan air baku ini masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah maupun nasional, mengingat posisi strategis Balikpapan sebagai kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baba menekankan pentingnya keterlibatan dan inisiatif pembiayaan dari pemerintah daerah agar proyek tidak terus tertunda, serta menjadikan ketahanan air sebagai bagian dari kebijakan jangka panjang yang terintegrasi dengan pembangunan IKN. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *