banner 728x90

Ayyub Serukan Pemuda Kaltim Jadi Aktor Pembangunan IKN

Samarinda – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di jantung Kalimantan Timur dinilai sebagai momentum emas untuk mendorong kemajuan daerah dan keterlibatan generasi muda. Seruan itu disampaikan oleh Muhammad Husni Fahruddin, anggota DPRD Kaltim yang akrab disapa Ayyub.

“Ayo, pemuda Kaltim harus menjadi bagian dari gerakan untuk mensejahterakan dan memajukan daerah. IKN adalah peluang besar untuk Kaltim agar setara dengan kota-kota maju dunia,” ujarnya penuh semangat.

Ayyub menegaskan bahwa pembangunan IKN bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur semata, melainkan juga peluang transformasi ekonomi, sosial, dan budaya. Ia menyebut kehadiran IKN bisa menjadi katalisator yang mengangkat Kaltim ke level kota-kota besar dunia seperti Singapura atau Kuala Lumpur.

“Pembangunan IKN membuka kesempatan bagi kita untuk menjadikan Kaltim sebagai daerah maju yang tidak kalah dengan kota-kota besar di dunia,” tambah Ketua Fraksi Partai Golkar itu.

Ia juga mendorong generasi muda untuk mengambil peran aktif, tidak hanya menjadi penonton. Menurutnya, kolaborasi di antara para pemuda adalah kunci untuk mewujudkan visi besar tersebut.

“Pemuda Kaltim harus bekerja sama. Jangan terpecah belah. Bersama, kita bisa membuat Kaltim menjadi provinsi terbaik di Indonesia,” tegasnya.

Lebih jauh, Ayyub menyerukan pentingnya dukungan lintas sektor — dari pemerintah daerah hingga pelaku swasta — untuk menciptakan ruang dan peluang yang memungkinkan pemuda Kaltim berkembang dan berkontribusi nyata.

“Semangat dan kerja keras pemuda adalah kunci untuk membuka jalan menuju kesejahteraan masyarakat Kaltim,” tutupnya.

Dengan optimisme tinggi, Ayyub berharap pembangunan IKN akan menjadi titik tolak bagi peran lebih besar generasi muda dalam membentuk wajah baru Kalimantan Timur — daerah yang tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tapi juga pusat kemajuan Indonesia masa depan. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *