banner 728x90
ADV  

Arfan Wujudkan Pelayanan Air Bersih di Bengalon

Kutimzone.com,Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memiliki program pelayanan air bersih. Program menjadi salah satu program prioritas. Program ini bertujuan untuk memastikan akses air bersih yang memadai bagi masyarakat di wilayah tersebut. Saat ini, program tersebut tengah diimplementasikan melalui dua jalur utama, yaitu penyaluran air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan pengadaan sumur bor.

Namun, beberapa waktu lalu terdapat informasi bahwa salah satu dari dua implementasi program tersebut mengalami kendala dalam realisasi. Pengadaan sumur bor, yang juga menjadi aspirasi masyarakat melalui Anggota DPRD daerah pemilihan (dapil) masing-masing, dilaporkan mengalami hambatan. Wakil Ketua II DPRD Kutim, Arfan, menegaskan bahwa kendala ini bukan karena tidak bisa direalisasikan, melainkan karena kebutuhan akan alat yang dapat memastikan lokasi sumur bor memiliki sumber air yang memadai.

“Jadi, bukan bahwa program ini tidak dapat terealisasikan, namun kami masih menunggu alat untuk memastikan keberadaan sumber air di lokasi sumur bor,” ungkap Arfan.

Dalam upaya mengatasi kendala tersebut, pihak terkait telah menyewa alat khusus yang memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi, yakni 99 persen. Alat ini telah terbukti akurat dalam mendeteksi keberadaan sumber air sehingga menjadi solusi bagi pengadaan sumur bor di daerah tersebut.

“Sudah dua tahun saya menggunakan alat ini, biaya sewanya mencapai Rp 15 juta, namun belum pernah gagal dalam mendeteksi sumber air,” jelas Arfan.

Hasil kerja keras Arfan dan bantuan alat tersebut telah membuahkan hasil yang menggembirakan. Hingga saat ini, sembilan titik sumur bor telah berhasil direalisasikan di dua desa, yakni Desa Sepaso Timur dan Sepaso Barat yang terletak di Kecamatan Bengalon. Masyarakat di dua desa tersebut kini dapat menikmati manfaat dari akses air bersih yang lebih mudah dan terjamin.

Lebih lanjut, Arfan menjelaskan bahwa program pengadaan sumur bor diajukan dan diakomodir melalui Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD). Melalui sistem ini, pengawasan pelaksanaan program menjadi lebih baik dan lebih maksimal, sehingga pihak ketiga yang terlibat dalam program ini dapat diawasi oleh organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkompeten.

Keberhasilan program ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan pelayanan dan kualitas hidup mereka. Arfan menegaskan bahwa program pengadaan sumur bor ini sangat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, sehingga memang memiliki sentuhan langsung dengan kepentingan dan kesejahteraan mereka.

“Karena yang merasakan dampaknya adalah masyarakat langsung. Makanya program pengadaan sumur bor ini sangat berhubungan erat dengan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Dengan upaya nyata dan kerjasama yang baik antara pemerintah daerah, anggota DPRD, dan masyarakat, program pelayanan air bersih di Kutai Timur semakin menggeliat dan memberikan harapan baru bagi kualitas hidup warganya. Semoga langkah-langkah positif ini dapat menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain dalam memajukan program serupa demi kesejahteraan bersama.(adv/dprd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *