Kutimzone.com, Sangatta – Lagi, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menyampaikan tausiah dalam rangka peringatan isra mikraj di Masjid Al Fatihah, Sangatta Utara, pada Ahad 11 Februari 2024.
Orang nomor satu di Kutim ini kebanjiran undangan membawakan tausiah lantaran dirinya dikenal memiliki kemampuan komunikasi dakwah yang mumpuni.
Saat menyampaikan siraman rohani, ia mengisahkan Nabi Muhammad SAW saat memimpin para nabi terdahulu dalam mendirikan ibadah salat. Menurutnya, kisah itu perlu ia ceritakan sebagai penegasan kepada para jamaah tentang status Muhammad sebagai penutup para nabi.
“Sesampainya di Masjid Al Aqsa, Nabi Muhammad SAW dikisahkan memimpin para nabi terdahulu untuk melaksanakan ibadah salat 2 rakaat,” tutur Ardiansyah.
Ia juga memaparkan kisah Muhammad saat sedang melakukan perjalanan menuju Allah.
“Dalam perjalanan itu, Nabi Muhammad mendapatkan perintah agar umat Islam menunaikan salat lima waktu dalam sehari. Namun pada mulanya, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan ibadah salat sebanyak 50 kali dalam sehari. Perintah itu masih dianggap sulit, hingga kemudian Nabi Muhammad SAW kembali meminta keringanan dibantu Malaikat Jibril, sampai diizinkan memperoleh ketentuan salat 5 kali dalam sehari,” paparnya.
Ardiansyah lalu menuturkan, betapa Muhammad adalah manusia dengan amanah yang sangat berat. Dia mengisahkan Muhammad saat amanah dari Allah yang ia peroleh dari perjalanannya tak diterima baik oleh masyarakat Arab kala itu.
Padahal, kata Ardiansyah, Muhammad bahkan telah memberikan contoh faktual tentang apa yang lihat saat sedang melakukan perjalanan. Salah satunya adalah rombongan musafir yang melakukan perjalanan menuju Makkah dan akan tiba dalam waktu dekat.
“Sejarah mencatat, Abu Bakar, sahabat Nabi, menjadi orang pertama yang menerima Isra Mi’raj tersebut. Hingga kini, Isra Miraj diperingati sebagai hari besar oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia dan peringatan Isra Mi’raj menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan yang sangat mulia dari Allah SWT,” terang Ardiansyah.
Sebelumnya dalam sambutannya, perwakilan Pengurus Masjid Al Fatihah Maezar Alia mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan perhatian Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman beserta istri, Siti Robiah yang masih sempat meluangkan waktu di tengah padatnya kegiatan dan agenda pemerintah.
“Untuk para pengurus dan para jamaah masjid, panitia juga menyampaikan terima kasih atas keterlibatan semua pihak dalam proses pembangunan masjid. Pelan tapi pasti perkembangan masjid ini sudah semakin baik khususnya progres bangunannya,” singkatnya.

Sebagai informasi, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman turut menyerahkan secara simbolis bantuan satu unit ambulans ke Rukun Kematian Masjid Al Fatihah yang diterima langsung oleh Ketua Rukun Kematian Masjid Al Fatihah Herman Al Bantani.


