banner 728x90

Ardiansyah Jamin Kutim Aman Dari Aktivitas Judi Online

Kutimzone.com, Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menyebut generasi di daerahnya aman dari aktivitas judi online. Ia berani menjamin hal demikian, usai menjalin komunikasi dengan pihak otoritatif.

“Alhamdulillah sampai saat ini dari hasil pemantauan menunjukan Kutim masih aman dari judi online,” katanya, usai menghadiri sosialisasi tentang siber, beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, ia menitip pesan kepada setiap orang untuk berhati-hati menggunakan teknologi mutakhir kini. Termasuk, Ardiansyah menghimbau kepada orang tua agar mengawasi anak-anak mereka secara berkala.

Sebab, dia mengaku prihatin atas kejahatan siber yang menimpa banyak orang. Meskipun, kata Ardiansyah, itu tidak terjadi di Kutim, namun kewaspadaan perlu ditingkatkan.

Bahkan, ia menyebut, aktivitas seperti judi online di Smartphone, berpotensi meretas data pribadi. Karena itu, mewaspadai adalah cara yang paling tepat untuk menghindari hal-hal yang bisa merugikan.

“Orang tua harus lebih intens dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka. Apalagi saat ini, lingkungan digital yang penuh dengan berbagai media dapat mempengaruhi karakter mereka,” katanya.

Ia lalu mengingatkan, aktivitas judi online memiliki kemungkinan data pribadi dapat diakses oleh pihak tertentu. Akibatnya, informasi keuangan bisa diakses, bahkan dicuri.

Ardiansyah sendiri tak menampik dirinya tidak memiliki pengetahuan teknis yang mendalam terkait keamanan siber. Namun berdasarkan hasil diskusinya dengan kepala Laboratorium Aplikasi Internet Universitas Mulawarman (Unmul) Dedy Cahyadi, menunjukkan sejumlah potensi negatif.

Kini, Ardiansyah bersama koleganya akan melakukan upaya preventif. Selain itu, ia juga akan mencari solusi agar judi online yang sedang marak tak menjangkiti anak muda Kutim.

Untuk diketahui, acara sosialisasi tersebut melibatkan operator-operator yang bertanggung jawab atas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya keamanan siber di lingkungan pemerintahan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *