banner 728x90

Agusriansyah: Petani Muda Kunci Sukses Swasembada di Kutim

Samarinda – Regenerasi petani menjadi tantangan utama pembangunan sektor pertanian di Kalimantan Timur, khususnya dalam upaya swasembada beras. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menegaskan pentingnya kehadiran petani muda untuk menggarap lahan-lahan pertanian baru, terutama di Kutai Timur (Kutim), yang tahun ini membuka 1.200 hektar lahan pertanian tanaman pangan.

“Program swasembada pangan, khususnya beras dan pembukaan kawasan pertanian tanaman pangan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur 10.000 hektar secara bertahap juga memerlukan petani muda. Tahun ini Kutim membuka lahan pertanian 1.200 hektar dan itu memerlukan petani berusia muda,” ujarnya.

Menurut Agusriansyah, sebagian besar petani di Kaltim saat ini sudah berusia lanjut. Tanpa regenerasi yang jelas, pembangunan pertanian akan mengalami stagnasi. Ia menilai kurangnya minat anak muda terhadap pertanian menjadi hambatan besar yang perlu diatasi.

“Jadi yang paling utama itu bagaimana kita mendorong pemuda itu tidak lagi menganggap bahwa dunia pertanian itu bukan masa depan,” tegasnya.

Ia menyarankan agar konsep pertanian diperkenalkan ulang dengan pendekatan modern, melalui mekanisasi dan teknologi yang sesuai dengan karakter generasi muda masa kini. Misalnya, penggunaan drone dan alat-alat pertanian digital yang saat ini sudah mulai diterapkan di beberapa wilayah.

“Anak-anak muda kan sekarang suka teknologi, misalnya main drone, atau menggunakan alat-alat pertanian. Mulai dari pembibitan, penanaman, sampai panen. Tapi itu kan juga masih belum bisa dimaksimalkan,” tambahnya.

Agusriansyah menyatakan, pelatihan dan edukasi menjadi kunci utama untuk menarik minat pemuda agar memahami pertanian sebagai industri masa depan yang menjanjikan. Ia berharap, dengan pendekatan yang tepat, generasi muda bisa menjadi penggerak utama pengembangan lahan pertanian di Kutim.

“Makanya ini yang terus kami dorong di Komisi IV. Karena tanpa keterlibatan anak muda, pengembangan pertanian di Kaltim, khususnya Kutim, akan jalan di tempat,” pungkasnya.

Pemerintah daerah bersama legislatif kini didorong untuk merancang kebijakan yang lebih progresif agar pertanian benar-benar menjadi sektor yang menarik dan menguntungkan bagi generasi muda Kaltim. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *