banner 728x90

Ekraf Kutim Diselaraskan dengan 50 Program Prioritas Bupati

Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah (Dok. Kutimzone.com)
Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah (Dok. Kutimzone.com)

Kutimzone.com, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya dalam mengarahkan pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) agar sejalan dengan strategi pembangunan daerah. Seluruh agenda ekraf kini tengah diselaraskan dengan 50 program prioritas Bupati Kutim sebagai upaya memastikan sektor ini tak berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian utuh dari visi besar pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM, dan peningkatan daya tarik pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah, menyebut bahwa ekraf memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan harus dimasukkan dalam indikator kinerja pembangunan daerah.

“Dalam visi misi bupati ada 50 program prioritas. Ekraf harus ada di dalamnya dan mendukung pencapaiannya,” ujar Nurullah, Rabu (12/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa beberapa program prioritas yang bersinggungan langsung dengan ekraf antara lain penyelenggaraan event berskala nasional, peningkatan sarana dan prasarana pariwisata, pembinaan UMKM kreatif, serta pelatihan sumber daya manusia di subsektor ekraf. Dengan masuk dalam kerangka strategis ini, pengembangan ekraf diharapkan memiliki arah yang lebih jelas dan target capaian yang terukur.

Nurullah menambahkan bahwa sinergi antara ekraf dan event daerah terbukti mampu menghidupkan berbagai subsektor seperti kuliner, fesyen, fotografi, hingga kriya. Event seperti Lomplai, Festival Daya Kayang, dan Sekrat tak hanya menjadi ajang seni pertunjukan, tetapi juga pusat pergerakan ekonomi masyarakat.

“Ekraf dan pariwisata tidak bisa dipisahkan. Keduanya saling memberi dampak dan saling menguatkan,” tegasnya.

Ia berharap dengan masuknya ekraf dalam program prioritas bupati, kebijakan pengembangan sektor ini dapat lebih berkelanjutan. Artinya, program tidak akan bergantung pada periode anggaran tahunan semata, melainkan menjadi bagian dari rencana jangka menengah yang konsisten.

Dengan arah kebijakan yang semakin terstruktur, Pemkab Kutim ingin menjadikan ekraf sebagai kekuatan baru pembangunan ekonomi daerah, bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai pendorong utama pertumbuhan yang melibatkan potensi lokal secara menyeluruh. (ADV/RI).

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *