banner 728x90

Seragam Gratis Jadi Simbol Kesetaraan Pelajar di Kutim

Mulyono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur. (Kutimzone.com)
Mulyono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur. (Kutimzone.com)

Kutimzone.com, Sangatta – Di tengah berbagai tantangan ekonomi keluarga, program seragam sekolah gratis dari Pemkab Kutai Timur hadir bak angin segar yang menghapus sekat sosial di ruang kelas. Lebih dari sekadar pakaian, seragam itu kini menjadi simbol kesetaraan dan kebanggaan bagi ribuan pelajar dari berbagai penjuru daerah.

Mulai akhir November 2025, Pemkab Kutim resmi menjalankan kebijakan distribusi seragam gratis bagi siswa di semua jenjang pendidikan dasar, dari PAUD hingga SMP, mencakup sekolah negeri dan swasta. Program ini menyasar seluruh siswa tanpa diskriminasi, memastikan bahwa setiap anak dapat memulai tahun ajaran dengan semangat yang setara.

“Seragam ini kami berikan untuk semua siswa, tanpa membedakan status sekolah. Swasta juga mendapatkan hak yang sama,” ujar Mulyono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Kamis (13/11/2025).

Lebih dari membantu secara finansial, program ini diyakini memberi dampak psikologis yang besar. Rasa percaya diri meningkat, dan semangat kolektif dalam belajar pun tumbuh seiring identitas seragam yang kini menyatukan anak-anak dari berbagai latar belakang.

“Kami ingin memastikan semua anak di Kutim bersekolah dengan semangat yang sama dan merasa setara,” tambah Mulyono.

Setiap siswa menerima empat jenis seragam sekaligus, yakni seragam nasional, olahraga, pramuka, dan batik khas Kutim. Untuk siswa PAUD, paket bantuan diperkuat dengan tas dan sepatu. Semua diberikan secara cuma-cuma, tanpa pungutan dari pihak sekolah.

Tak hanya itu, program ini diperkuat oleh pemberian beasiswa kepada 20 persen siswa berprestasi dan kurang mampu. Inisiatif ini memperkuat komitmen Kutim terhadap pendidikan yang inklusif dan bebas hambatan ekonomi.

“Pendidikan harus bebas dari hambatan ekonomi,” tegas Mulyono.

Ia menambahkan bahwa seragam bukan sekadar kain pelindung tubuh, melainkan simbol kuat yang menyatukan para pelajar dalam semangat belajar dan kebanggaan sebagai bagian dari Kutai Timur.

“Seragam itu bukan sekadar kain. Ia mencerminkan semangat dan kesetaraan. Anak-anak kita berhak merasa bangga mengenakannya,” ujarnya.

Dengan program ini, Kutai Timur tidak hanya membagikan pakaian, tetapi juga menanamkan harapan, kesetaraan, dan keyakinan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang, layak untuk belajar, tumbuh, dan bermimpi. (ADV/RI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *