banner 728x90

Pemkab Kutim Perkuat Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal, Hadirkan Program Literasi Sejarah untuk Pelajar

Pendidikan Kutim
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, Mulyono. (Kutimzone.com)

Kutimzone.com, Sangatta – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam memperkuat identitas daerah diwujudkan melalui langkah strategis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim yang menyiapkan Program Literasi Sejarah Kutai Timur untuk sekolah-sekolah.

‎Program ini dirancang sebagai upaya menghadirkan pembelajaran sejarah lokal yang lebih terstruktur, menarik, dan mudah dipahami oleh generasi muda.

‎Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, yang menekankan pentingnya pendokumentasian sejarah daerah saat menutup Festival Magic Land Kutim 2025, Minggu malam (16/11).

‎Menurutnya, Kutai Timur memiliki jalur sejarah yang kuat, termasuk keterkaitan erat dengan Kerajaan Kutai sebagai kerajaan tertua di Nusantara.

“Kita punya alur sejarah Kudungga. Kerajaan tertua itu ada di Kutai dan jalur sejarahnya juga ada di Kutai Timur. Ini harus digali dan disampaikan kepada generasi penerus,” tegas Bupati.

‎Menanggapi arahan tersebut, Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, memastikan bahwa pengembangan literasi sejarah lokal akan menjadi program prioritas pada tahun mendatang.‎

‎Disdikbud akan menyusun buku bacaan dan modul sejarah Kutai Timur untuk digunakan pada jenjang SD hingga SMA.

“Untuk sekolah, kami akan memasukkan materi sejarah Kutai Timur dalam bentuk bacaan dan modul agar anak-anak mengenal akar daerahnya sejak dini,” jelasnya.

‎Mulyono mengungkapkan, minimnya dokumen sejarah resmi membuat pelajar belum mendapatkan gambaran utuh tentang perjalanan Kutai Timur dari masa kerajaan hingga perkembangan masyarakat modern.

‎Karena itu, selain penyusunan modul, Disdikbud juga menyiapkan digitalisasi arsip sejarah serta kegiatan edukasi berbasis situs budaya.

Program tersebut mencakup kunjungan langsung ke lokasi bersejarah, pengenalan artefak, hingga pemanfaatan koleksi budaya yang selama ini tersimpan di rumah penyimpanan belakang Kantor Dispora.

“Kita ingin anak-anak mengenal sejarahnya tidak hanya melalui cerita, tetapi lewat dokumen, buku, dan kunjungan langsung ke situs budaya,” tambahnya.

Melalui Program Literasi Sejarah ini, Disdikbud Kutim menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas kedaerahan. Upaya ini sekaligus mendukung strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor kebudayaan dan pariwisata secara berkelanjutan.

Program ini menjadi langkah nyata Pemkab Kutim dalam memastikan generasi muda tumbuh dengan pemahaman yang kuat terhadap sejarah, warisan, dan jati diri daerahnya. (Adv/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *