Menyiapkan Generasi Pemimpin di Era IKN

Dengan tema “Kita Ciptakan Pemuda-Pemudi Kutim yang Handal dalam Berkomunikasi dan Percaya Diri untuk Dapat Bersaing Menghadapi Ibu Kota Nusantara,” pelatihan ini bertujuan membekali pemuda Kutim dengan keterampilan komunikasi efektif.

Ketua panitia, Mardareta, menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 90 peserta yang terbagi dalam dua kelas. Setiap kelas terdiri dari 45 peserta yang secara intensif mendalami teknik berbicara selama lima hari.

“Kami berharap para peserta bisa menjadi lebih percaya diri dalam berbicara di depan umum dan membawa perubahan positif di lingkungan mereka,” ujar Mardareta.

Para peserta mendapatkan pembinaan mental dan kepribadian di samping keterampilan berbicara. Mereka diajarkan cara menyampaikan gagasan dengan tegas dan jelas, serta belajar menghadapi audiens dengan percaya diri.

Diharapkan, dengan bekal keterampilan ini, para pemuda Kutim mampu menyuarakan aspirasi dan memberikan solusi di berbagai forum, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Dukungan Pjs Bupati untuk Masa Depan Kutim

Agus Hari Kesuma, yang kini menjabat sebagai Pjs Bupati hingga masa cuti kampanye berakhir pada 23 November 2024, memanfaatkan momen ini untuk berbagi pesan penting. Ia mengajak para pemuda untuk mendukung program pembangunan daerah selama masa kepemimpinannya yang singkat.

“Saya harap adik-adik sekalian dapat mendukung tugas saya selama berada di sini,” ucapnya, mengimbau peserta agar turut ambil bagian dalam memajukan Kutim.

Meski bersifat sementara, peran Agus dalam mendukung pembinaan pemuda menunjukkan betapa pentingnya regenerasi pemimpin daerah. Di tengah persiapan menyambut IKN, kemampuan komunikasi generasi muda Kutim menjadi salah satu kunci sukses dalam merespons tantangan di masa depan.

Mencetak Agen Perubahan dan Pembangunan

Pelatihan public speaking ini adalah bagian dari upaya Dispora Kaltim untuk menyiapkan generasi muda Kutim sebagai agen perubahan. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, para peserta diharapkan dapat menggerakkan lingkungan sekitar untuk maju bersama.

“Kegiatan ini tidak hanya mengasah keterampilan berbicara, tetapi juga menanamkan mental kuat dan keberanian untuk berbagi aspirasi,” jelas Mardareta.

Melalui pelatihan ini, para pemuda tidak hanya disiapkan sebagai komunikator ulung tetapi juga sebagai pemimpin masa depan yang dapat membawa perubahan bagi Kutim. Di tengah dinamika pembangunan IKN, keterampilan komunikasi yang kuat menjadi modal penting untuk menyuarakan aspirasi dan menghadapi persaingan global.

Langkah Kutim dalam membina generasi muda menunjukkan komitmen daerah untuk berkontribusi dalam menyongsong era baru IKN. Para pemuda yang dilatih bukan hanya sekadar pembicara, tetapi juga pemimpin dan agen perubahan yang akan membawa Kutim menuju masa depan yang lebih cerah dan kompetitif di tingkat nasional. (Rls)