banner 728x90

Seminar Izin Usaha Pertambangan 2024 di Kutim

Komitmen Keberlanjutan Masa Depan Daerah

Seminar IUP 2024 di Kutim. (Istimewa)

Kutimzone.com, Sangatta – Asisten I Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Poniso Suryo Renggono menyebut pentingnya komitmen berkelanjutan bagi para pelaku usaha pertambangan di Kutim.

Pernyataan tersebut disampaikannya pada acara Mining Talk dan Seminar Izin Usaha Pertambangan 2024, yang diselenggarakan oleh Persatuan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Kutai Timur, di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sabtu, 2 November 2024.

Acara yang dihadiri 150 peserta ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai proses perizinan usaha tambang dan regulasi yang mengatur industri tersebut.

Di hadapan para pelaku industri, Poniso memberikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya PERHAPI Kutim dalam menyelenggarakan seminar yang memiliki dampak positif ini.

“Saya mengapresiasi upaya PERHAPI Kutai Timur dalam menyelenggarakan acara ini dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai proses perizinan dan regulasi,” kata Poniso

Poniso menjelaskan izin usaha pertambangan bukan sekadar formalitas, melainkan merupakan pilar fundamental dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat dan menjaga keseimbangan lingkungan.

Karena kegiatan pertambangan yang sesuai regulasi akan membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Kemudian, alokasi pendapatan dari sektor tambang harus diarahkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang bertujuan untuk mewujudkan masa depan yang lebih sejahtera dan ramah lingkungan bagi seluruh warga Kutai Timur.

“Mari kita sama-sama memastikan bahwa setiap langkah yang kita ambil dalam industri pertambangan tidak hanya membawa manfaat ekonomi, tetapi juga menciptakan lingkungan yang aman dan berkelanjutan. Ini semua hanya bisa terwujud melalui kolaborasi dan komitmen yang kuat dari semua pihak,” tuturnya.

Poniso berharap melalui kerjasama yang harmonis antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, visi Kutai Timur yang sejahtera dan berkelanjutan dapat terwujud.

Ia juga mengingatkan bahwa semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menjamin keseimbangan antara keuntungan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Sehingga seminar ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan langkah-langkah konkrit dalam pengembangan industri pertambangan yang bertanggung jawab.

Dengan mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan dan kolaborasi, tindakan nyata dapat diambil untuk memastikan bahwa sumber daya alam di Kutai Timur dikelola secara bijaksana demi kemakmuran generasi mendatang.

Dengan seruan untuk komitmen berkelanjutan yang kuat, harapan akan masa depan yang lebih baik untuk Kutai Timur tetap menyala.

“Keterlibatan aktif semua elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha, akan menjadi kunci dalam menjawab tantangan dan mewujudkan keadilan serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” jelas Poniso. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *