banner 728x90

Sosialisasi Program Fasilitas Kemitraan Karbon Hutan di Sangkulirang

Bangun Sinergi Untuk Kelestarian Lingkungan

Sosialisasi Program Fasilitas Kemitraan Karbon Hutan (Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund atau FCPF-CF) yang didukung oleh Bank Dunia. (Istimewa)

Kutimzone.com, Sangkulirang – Di tengah upaya global menanggulangi perubahan iklim, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah proaktif dengan menggelar sosialisasi Program Fasilitas Kemitraan Karbon Hutan (Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund atau FCPF-CF) yang didukung oleh Bank Dunia.

Acara ini berlangsung pada Rabu, 23 Oktober 2024, di Gedung Serba Guna Kantor Camat Sangkulirang, dan dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk Sekretaris Camat Sangkulirang, Cipto Bintoro, serta perwakilan dari Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA), Ika Luciana.

Program FCPF-CF ini menjadi momentum bagi 13 desa di Kecamatan Sangkulirang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca yang berbasis lahan.

Daftar desa yang akan menikmati manfaat dari program ini mencakup Desa Benua Baru, Benua Baru Ulu, Kerayaan, Kolek, Maloy, Mandu Dalam, Mandu Pantai Sejahtera, Pelawan, Peridan, Saka, Sempayau, Tanjung Manis, dan Tepian Terap.

Dalam sambutannya, Cipto Bintoro mengungkapkan harapannya agar program ini mampu mendorong masyarakat untuk lebih berkontribusi dalam menjaga kelestarian hutan dan berperan aktif dalam mitigasi perubahan iklim.

“Program ini bukan hanya tentang melindungi hutan, tapi juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar hutan. Dengan adanya insentif dari penurunan emisi, masyarakat diharapkan bisa termotivasi untuk terus melindungi lingkungan mereka,” jelas dia.

Mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, Ika Luciana, yang mewakili Kepala Bagian SDA, menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra internasional seperti Bank Dunia adalah kunci untuk mencapai target penurunan emisi karbon.

“Kami berharap sosialisasi ini memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan. Keberhasilan program ini tidak hanya penting bagi Kabupaten Kutai Timur, tetapi juga bagi Indonesia dalam mencapai target nasional pengurangan emisi karbon,” jelasnya.

Salah satu aspek menarik dari program FCPF-CF adalah kompensasi berbasis hasil yang akan diterima oleh desa-desa yang terlibat.

Dengan dukungan dalam kegiatan konservasi lingkungan dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, desa-desa tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan potensi ekonomi mereka sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Melalui program ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menyadari manfaat dari menjaga lingkungan tetapi juga bagaimana mereka bisa mendapatkan keuntungan dari upaya tersebut. Dengan adanya insentif dari Bank Dunia, kami berharap desa-desa di Sangkulirang dapat mengakses manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Ika Luciana menambahkan.

Acara sosialisasi ini menyiratkan harapan yang besar bagi masyarakat yang terlibat. Diharapkan keterlibatan masyarakat tidak hanya sebatas sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam menjaga dan merawat lingkungan sekitar mereka.

Sebagai penutup kegiatan, Ika menegaskan kembali pentingnya peran aktif masyarakat dalam program ini, yang kelak akan berkontribusi pada kesejahteraan bersama.

Dengan adanya program FCPF-CF, Kabupaten Kutai Timur berharap langkah nyata ini dapat menurunkan emisi gas rumah kaca secara maksimal.

Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga internasional menjadi harapan baru dalam mewujudkan kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kini saatnya bagi semua pihak untuk bersatu menjaga kekayaan alam demi masa depan yang lebih baik. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *