banner 728x90

Lagi, Bupati Kutim Jadi Pembicara pada Isra Mi’raj di Masjid Ar-Rahman Sangsel

Foto: Ardiansyah Sulaiman, saat menyampaikan tausiah. (Istimewa)

Kutimzone.com, Sangatta Selatan – Pada Rabu, 7 Februari 2024, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman didampingi istri yang juga Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah berkesempatan menghadiri sekaligus menjadi penceramah di peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Masjid Ar-Rahman Jalan Kampung Tengah, Kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan (Sangsel). Acara itu bertema “Semangat Isra Mi’raj menuntun insan mandiri untuk beribadah dengan khusyuk, serta menjadikan manusia yang beriman, beradab dan bertaqwa”.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Ardiansyah Sulaiman mengatakan ada empat bulan suci yakni Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Lalu kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram? Ia menjelaskan dinamakan bulan haram karena dua makna.

Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian. Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut.

“Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan, sampai-sampai para salaf (generasi awal muslim) sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram,” terang Ardiansyah.

Ardiansyah mengatakan apabila di bulan haram ini seseorang berbuat dosa, maka dosanya dilipatgandakan. Begitu pula sebaliknya apabila berbuat baik maka pahalanya dilipatgandakan oleh Allah SWT. Jadi dipersilakan memilih yang mana mau dikerjakan.

“Orang muslim pasti memiliki melipatgandakan pahala,” jelasnya.

Ardiansyah menyampaikan awal terjadinya Isra Mi’raj adalah segala peristiwa yang dialami oleh nabi. Apa yang dialami Nabi Muhammad SAW menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi umat muslim di seluruh dunia.

“Isra Mi’raj adalah peristiwa yang luar biasa dalam Islam. Isra Miraj merupakan perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram menuju Baitul Maqdis dan perjalanan Rasulullah SAW dari bumi menuju ke Sidratul Muntaha,” ujarnya.

Ia menambahkan peristiwa yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab Hijriah ini sebagai hadiah Allah SWT untuk Rasul-Nya yang sedang dilanda kesedihan karena ditinggal oleh istri dan paman tercintanya.

“Sepeninggalan istri tercintanya Khadijah dan paman tercintanya, Rasulullah juga mengalami tekanan teror dari kaum Quraisy. Tekanan-tekanan baik dari internal dan eksternal telah sempurna Rasulullah terima yang membuatnya terhimpit dari segala arah. Maka, Isra Mi’raj adalah cara Allah SWT untuk menghibur hati nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,” tutupnya. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *