Kutimzone.com, Sangatta – Fraksi Kebangkitan Indonesia Raya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengingatkan agar APBD Perubahan 2023 dapat terserap dengan baik.
“Tujuannya agar memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi serta pembangunan sosial ekonomi yang adil di Kabupaten Kutim,” Ungkap Yan saat menyampaikan pandangan Ahir fraksi saat Rapat Paripurna Kedua Masa Sidang Satu di Ruang Sidang Utama DPRD Kutim, Jumat (8/9/2023).
Yan yang mewakili Fraksi Kebangkitan Indonesia Raya menyampaikan dukungan pengesahan APBD Perubahan Kutim 2023.
Fraksi Kebangkitan a Indonesia Raya dengan tegas menyatakan kesediaannya untuk mengesahkan rancangan peraturan daerah yang berkaitan dengan perubahan APBD tersebut.
“Kami mewakili fraksi Kebangkitan Indonesia Raya mendukung pengesahan Raperda APBD perubahan 2023 ini,” ungkap Yan.
Bagi Yan, semua proses ini harus mematuhi seluruh mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini diharapkan akan menjadi langkah penting dalam menjadikan rancangan tersebut menjadi Peraturan Daerah yang sah mengenai perubahan APBD tahun 2023.
Salah satu poin yang disoroti adalah peningkatan pendapatan daerah sebesar 39% dari proyeksi sebelumnya, mencapai angka Rp8,2 triliun dari sebelumnya Rp5,9 triliun.
“Begitu pula dengan belanja daerah yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 66% dari proyeksi sebelumnya, menjadi Rp9,7 triliun dari Rp5,9 triliun. Peningkatan ini didukung oleh penerimaan pembiayaan sebesar Rp1,5 triliun dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp46,5 miliar,” terangnya.
Lebih lanjut dirinya memberikan catatan penting terkait perubahan ini dengan menekankan pentingnya efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan anggaran oleh pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam waktu singkat.
“Dengan jumlah belanja yang mengalami perubahan kenaikan yang sangat signifikan, agar pemerintah Kabupaten Kutai Timur mampu membelanjakan anggaran secara efektif dan efisien dengan tempo waktu yang singkat ini sehingga anggaran dapat terserap dan benar-benar dapat dirasakan masyarakat serta memiliki multi efek terhadap pertumbuhan dan pembangunan sosial ekonomi Kabupaten Kutai Timur yang berkeadilan,” tutupnya.


