banner 728x90

Tumpukan Sampah Jadi Ancaman, Sangatta Utara Andalkan Kampung Beragam

Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi
Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi saat diwawancarai di Ruang Kerjanya

Kutim – Seperti riak yang terus kembali ke pantai, persoalan sampah di Sangatta Utara tak pernah benar-benar surut. Tumpukan yang semakin mencolok di median jalan hingga permukiman padat kian memicu kegelisahan warga. Di tengah problem itu, lahirlah Kampung Beragam, sebuah program yang digagas untuk memperlambat laju krisis sampah dan menumbuhkan kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan.

Program ini diperkenalkan oleh Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, dalam wawancara di ruang kerjanya pada Jumat (21/11/2025). Ia menerangkan bahwa Kampung Beragam merupakan jawaban atas permasalahan mendasar yang selama ini membayangi kecamatan tersebut: penanganan sampah yang tidak optimal dan kurangnya kesadaran memilah sampah sejak dari rumah. Melalui edukasi, pemberdayaan warga, dan sistem pengelolaan mandiri, program ini diharapkan menjadi langkah korektif yang konsisten.

“Sampah di Sangatta Utara ini terlihat menumpuk di banyak titik. Program ini mencoba menyelesaikannya melalui edukasi, bank sampah, dan pengelolaan sampah organik menjadi kompos,” ujarnya.

Penjelasan tersebut menggambarkan arah utama program, yakni mendorong perubahan pola pikir warga sekaligus memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah. Hasdiah mengungkapkan bahwa pihak kecamatan telah memetakan beberapa titik rawan sampah, termasuk jalur utama, kawasan pasar, dan perumahan padat. Lokasi-lokasi itu menjadi prioritas untuk diterapkan model bank sampah dan pelatihan pemilahan sampah.

Ia menambahkan bahwa edukasi mengenai lingkungan akan dijalankan secara bertahap melalui kelompok masyarakat dan lembaga lokal. Dengan pendekatan intensif ini, pihak kecamatan berharap dapat membangun budaya baru yang lebih peduli pada kebersihan dan kelestarian lingkungan. Pembuatan kompos dari sampah organik juga menjadi komponen penting untuk mengurangi tekanan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang volume sampahnya terus bertambah.

Dalam proses pelaksanaannya, Kecamatan Sangatta Utara bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup serta sejumlah komunitas pegiat kebersihan. Kerja sama ini mencakup penyediaan fasilitas, pendampingan teknis, serta pelatihan untuk mengelola sampah rumah tangga dengan baik. Sejumlah RT bahkan telah mempersiapkan lahan kecil sebagai pusat kompos mini untuk mendukung proyek percontohan.

“Kampung Beragam diharapkan menjadi upaya berkelanjutan yang tidak hanya fokus pada kebersihan fisik wilayah, tetapi juga perubahan kebiasaan warga,” tandasnya.

Dengan hadirnya Kampung Beragam, pemerintah setempat berharap masyarakat melihat sampah sebagai sumber nilai—bukan lagi hanya beban. Inisiatif ini pun menjadi pijakan awal bagi terciptanya lingkungan Sangatta Utara yang lebih bersih, sehat, dan berdaya tahan di masa depan. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *