banner 728x90
Berita  

Rakerwil BKPRMI Kaltim Fokus Perjuangkan Kesejahteraan Asatidz dan Matangkan FASI 2026 di IKN

SAMARINDA — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kalimantan Timur menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Sekretariat DPW BKPRMI Kaltim, Jalan Wahid Hasyim II, Samarinda, Sabtu (19/9/2026).

Rakerwil yang diikuti utusan sembilan DPD BKPRMI kabupaten/kota se-Kalimantan Timur tersebut menjadi forum konsolidasi sekaligus evaluasi program organisasi. Tiga agenda strategis menjadi fokus pembahasan, yakni peningkatan kesejahteraan asatidz dan asatidzah, pemantapan persiapan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), serta penguatan gerakan memakmurkan masjid agar semakin berdampak bagi masyarakat.

Sembilan daerah yang hadir meliputi Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Timur, Berau, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Paser, dan Kutai Barat.

Ketua DPW BKPRMI Kaltim, H. Akhmed Reza Fahlevi, S.Sos., mengatakan kehadiran seluruh perwakilan DPD menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat organisasi dan memastikan program kerja tidak berhenti pada tataran administratif.

“Rakerwil ini adalah momentum evaluasi dan proyeksi program kerja untuk semester mendatang. Kita ingin memastikan kontribusi BKPRMI tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi lebih nyata dan terukur di daerah,” ujar Reza.

Perjuangkan Kesejahteraan Asatidz

Salah satu isu utama yang dibahas dalam Rakerwil adalah kondisi kesejahteraan asatidz dan asatidzah yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pendidikan keagamaan di TKA, TPA, dan TQA.

BKPRMI Kaltim mendorong agar perhatian terhadap para tenaga pendidik tersebut tidak hanya sebatas apresiasi moral, tetapi juga diarahkan pada langkah-langkah konkret yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pembahasan tersebut diharapkan melahirkan rekomendasi yang dapat diperjuangkan bersama melalui sinergi organisasi dengan pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan lainnya.

FASI 2026 Dimatangkan

Selain kesejahteraan asatidz, Rakerwil juga menjadi momentum pemantapan persiapan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) tingkat Provinsi Kaltim 2026 yang direncanakan berlangsung di IKN pada akhir November 2026.

Berbagai aspek persiapan menjadi bagian dari pembahasan, termasuk koordinasi antar-DPD, kesiapan peserta, serta dukungan lintas lembaga agar pelaksanaan FASI dapat berjalan dengan baik.

Perhelatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi anak-anak TKA/TPA, tetapi juga menjadi sarana memperkuat syiar Islam dan pembinaan generasi muda.

DMI Dorong Sinergi Gerakan Memakmurkan Masjid

Perwakilan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kaltim, Muhammad Idris, turut mendorong penguatan kolaborasi antara BKPRMI dan DMI melalui semangat back to masjid.

Idris juga mengapresiasi terbentuknya DPD BKPRMI Kutai Barat. Menurutnya, keberadaan kepengurusan tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem organisasi keagamaan di daerah, termasuk membuka peluang fasilitasi pembentukan DMI di Kabupaten Kutai Barat.

“Kami mengusulkan agar kegiatan Tabligh Akbar DMI dapat disinergikan dengan pembukaan FASI nanti, sehingga gaung memakmurkan masjid dan syiar anak sholeh semakin terasa oleh masyarakat,” ujar Idris.

Kemenag: BKPRMI Jangan Terjebak Rutinitas Administrasi

Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Alamsyah, S.Ag., yang membuka Rakerwil secara resmi, menegaskan bahwa BKPRMI memiliki posisi strategis sebagai mitra Kementerian Agama dalam pembinaan generasi muda dan kehidupan keagamaan.

Ia mengingatkan jajaran pengurus agar aktivitas organisasi tidak berhenti pada rutinitas administrasi dan kegiatan seremonial.

“BKPRMI adalah garda pembentukan generasi terdepan. Sebagai pemakmur masjid harus sejalan dengan lima cita-cita BKPRMI, yakni Muwahid (pemersatu), Mujahid (pembela kebenaran), Musyadid (pelurus), Muaddib (pendidik), dan Mujaddid (pemelihara iman),” kata Alamsyah.

Ia mengajak seluruh jajaran BKPRMI di Kalimantan Timur memperkuat sinergi dan menerjemahkan program organisasi ke dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Mari kita wujudkan sinergitas ini. Jangan hanya sibuk dengan rutinitas, tetapi mari bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia,” tegasnya.

Pembukaan Rakerwil diawali pembacaan kalam ilahi oleh Muhammad Ade Al-Jazuli dan doa yang dipimpin H. Gusman, S.Ag. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama seluruh peserta.

Selanjutnya, peserta mengikuti sidang-sidang Rakerwil untuk membahas dan mematangkan rumusan rekomendasi serta program kerja BKPRMI Kaltim untuk periode mendatang.(*/Bkprmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *