banner 728x90

PSTI Kutim Tatar Wasit dan Pelatih Sepak Takraw, Hadirkan Instruktur Potensial

Kutimzone.com, Sangatta – Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kutai Timur (Kutim) menggelar Pelatihan Penataran Wasit (S3) dan Pelatih (T3), di Aula Hotel MS. Agenda itu dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi wasit dan pelatih melakukan tindakan tidak sesuai SOP yang ada.

Sebelumnya, berdasarkan survei lapangan, khususnya beberapa Kecamatan di Kutim, ditemukan beberap wasit dan pelatih menerapkan aturan tidak sesuai standar.

Ketua PSTI Kutim, Jepi Darsono mengaku banyak melihat pemain atau atlit potensial di wilayahnya. Menurutnya, anak muda potensial itu mesti diwadahi dan dilatih.

“Saya berpikir, apabila memang diadakan pelatihan pelatih bagi mereka untuk peningkatan kemampuan atlet-atlet kita ini mungkin akan menjadi luar biasa. Alhamdulillah instrukturnya bukan kaleng-kaleng, beliau adalah kelas nasional Bapak Abdul Gani dari Universitas Negeri Jakarta dan untuk wasit tingkat asia Bapak Sukri,” kata Jepi saat membawakan sambutan, Jumat, 13 Oktober 2023.

Lebih jauh, ia berharap para peserta yang hadir mengikuti dan menyerap sebanyak mungkin ilmu yang nanti akan dipaparkan oleh para narasumber. Menurutnya, kesempatan emas itu hanya dilaksanakan temporal.

“Ini adalah fase terbaiknya sepak takraw Kutim, dengan support yang luar biasa dari Pemkab Kutim maka kegiatan sepak takraw di Kutim bisa berjalan dengan lancar. Banyak yang tanya kepada saya, capek jep? Capek, tapi ini bukan tentang capek atau letih, namun ini adalah tentang rasa sayang saya terhadap sepak takraw,” ungkap Jepi sambil terisak haru dihadapan para peserta.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim, melalui Wakil Ketua VI KONI Kutim, Akbar menyambut baik kegiatan yang diperkasai oleh PSTI Kutim ini. Ia berharap kegiatan itu melahirkan wasit serta pelatih yang berkualitas, terutama untuk pelatih agar dapat menghasilkan atlet-atlet yang unggul

“Banyak pelatih kita di cabang olahraga lain itu masih belum tersertifikasi, hitungan kami baru sekitar 20 persen yang betul-betul pelatih tapi sudah tersertifikasi. Sedangkan yang lainnya memang punya basic pelatih karena memang mantan atlet,” beber Akbar, yang biasa akrab disapa Abay ini.

Lebih jauh, ia berharap untuk cabor-cabor lainnya bisa meniru kegiatan yang digelar oleh PSTI Kutim ini, sehingga kedepannya akan banyak bermunculan pelatih-pelatih dan wasit-wasit di Kutim yang telah tersertifikasi. Terkhusus untuk wasit, ia ingin kedepannya kejuaraan atau turnamen yang digelar di Kutim tidak lagi dipimpin oleh wasit yang belum tersertifikasi atau kompeten.

“Kami berterima kasih kepada PSTI Kutai Timur atas kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini. Mendengar apa yang sudah disampaikan oleh Ketua PSTI, kami optimis kedepan, khususnya di agenda-agenda multi event, sepak takraw akan mampu berprestasi di event-event yang akan datang khususnya di PORPROV Paser tahun 2026 nanti,” tutupnya.

Untuk diketahui, ada 50 peserta yang mengikuti penataran wasit dan pelatih sepak takraw 2023 ini dan mayoritas merupakan guru olahraga. Para peserta berasal dari beberapa kecamatan di Kutim seperti Telen, Sandaran, Rantau Pulung, Teluk Pandan, Kongbeng, Muara Wahau, Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *