banner 728x90
Berita  

Polemik PPDB Jenjang SMA/SMK, Yuli Sa’pang Sarankan Bangun Sekolah Baru

Anggota DPRD Kutim Yuli Sa’pang (foto:ist)

Kutimzone.com,SANGATTA – Polemik penerimaan peserta didik baru (PPDB) di jenjang SMA maupun SMK sederajat terkait daya tampung sekolah serta pendaftar yang tidak seimbang,menjadipl perhatian Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kutim

Setelah Ramadhani dan Basti Sangga Langi, kini Yuli Sa’pang pun ikut berkomentar, bahwa ada beberapa orang tua calon peserta didik baru yang mengadu kepada pihaknya (DPRD) terkait PPDB yang belum terakomodir, baik daya tampung sekolah maupun terkait dengan pendaftaran.

Hal ini disampaikan Yuli Sa’pang usai rapat dengar pendapat (RDP) mengenai PPDB tingkat SMA dan SMK, di ruang hearing Kantor DPRD Kutim.

Politisi PDIP Asal Bengalon ini, menyampaikan bahwa, kejadian ini sangat memprihatinkan jikalau ada sekolah yang kekurangan ruang kelas. Padahal kalau melihat anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kutim sangatlah besar.

“Jangan sampai permasalahan ini terus terjadi saat tahun ajaran baru dan mencuat di publik,” tegas Yuli Sa’pang.

Yuli Sa’pang mengatakan bahwa pihaknya menitipkan anak ke sekolah tersebut namun, tidak lolos, karena proses pendaftaran dilakukan dengan cara online atau sistem aplikasi teknologi yang canggih.

“Oke enggak ada masalah dari semua itu. Mestinya yang dipikirkan adalah bagaimana daya tampung dimaksimalkan agar anak-anak kita semua bisa sekolah, dan mereka harus sekolah. Tidak boleh tidak,” tegasnya.

Ia berharap, semoga unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Wilayah II Kalimantan Timur (Kaltim) yakni Kota Bontang dan Kutim untuk bisa bersinergi.

“Kita berharap agar semua pihak baik Kadisdikbud Kutim, Mulyono, Kepala UPTD Wilayah II Kaltim, Wagiman dan DPRD Kutim untuk menyampaikan ke pemprov Kaltim,” harapnya.

Ia pun berencana dalam waktu dekat pihaknya akan mencari lokasi di Kecamatan Sangatta Selatan (Sangsel) untuk pembagunan sekolah baru.

“Kami akan sampaikan ke pemerintah nantinya terkait pembangunan itu. Bagaimana penyiapan lahan maupun pembebasan lahannya,” Jelas Yuli Sa’pang. (Adv/DPRD)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *