banner 728x90

Perumdam TTB Kutim Sosialisasikan Cegah Fraud, Demi Pelayanan Prima

Foto: Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman (Istimewa).

Kutimzone.com, Samarinda – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua Kutai Timur (TTB Kutim) menggandeng Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan dalam mensosialisasikan pencegahan Fraud (Kecurangan). Kegiatan itu dibuka oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman pada Jumat, 12 Januari 2023 di Meeting Room Harris Hotel.

Untuk diketahui Fraud adalah tindakan kecurangan atau penipuan yang kerap terjadi di dalam organisasi. Untuk itu diperlukan sebuah manajemen yang baik (control plan) untuk mengantisipasi hal yang buruk.

Fraud atau banyak diketahui sebagai laporan keuangan palsu merupakan tindakan yang merugikan individu, perusahaan, dan ekonomi secara luas. Manipulasi informasi keuangan ini dilakukan dengan maksud untuk menipu atau mendapatkan keuntungan pribadi.

Tidak hanya dibahas soal Fraud, kegiatan ini juga membahas manajemen risiko di internal lembaga Perumdam TTB Kutim. Selain itu, juga dibahas soal rencana kerja anggaran, rencana bisnis, dan  peraturan direksi. Aplikasi Simari dari penginputan daftar risiko, sistem informasi pemasangan sambungan baru (Sip Baru) dan sosialisasi standar pelayanan minimal.

Ardiansyah menyampaikan selamat datang kepada narasumber dari BPKP Perwakilan Kaltim dan segenap hadirin peserta sosialisasi. Selain itu, ia juga menyambut baik dan apresiasi serta terima kasih kepada BPKP Perwakilan Kaltim atas bimbingan selama ini. Terutama dalam penatausahaan pengelolaan keuangan daerah dan kegiatan lainnya untuk Kutim.

“Termasuk rencana penerapan Fraud Control Plan (FCP) ini,” katanya.

Ia menambahkan, sebagaimana diketahui bahwa dinamika dan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan terbatasnya sumber daya air mengharuskan Perumdam TTB Kutim untuk terus berinovasi. Salah satu caranya adalah meningkatkan pemanfaatan teknologi dan mengembangkan strategi untuk pelayanan prima kepada pelanggan.

“Jadi, mengoptimalkan fungsi pemanfaatan sarana baik kualitas, kuantitas dan kontinuitas harus dilakukan,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang prima terus meningkat. Untuk itu, Perumdam TTB Kutim perlu menerapkan prinsip “good corporate governance”. Untuk membangun sistem pengelolaan keuangan perusahaan yang baik, mengembangkan SDM dan pengembangan teknologi pengintegrasian sistem informasi guna mempermudah pelanggan.

“Maka, perlu upaya sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah maupun pihak swasta lainnya,” paparnya.

Senada, Direktur Utama Perumda Air Minum TTB Kutim Suparjan menegaskan, pihaknya fokus mengetahui program-program ini. Khususnya yang akan disampaikan dari tim BPKP Perwakilan Kaltim. 

“Memetakan kemungkinan akan terjadinya korupsi dan kita akan merumuskan antisipasi Fraud atau indikasi apa yang harus kita lakukan. Sehingga tidak akan terjadinya korupsi di Kutim,” tuturnya.

Foto: Dokumentasi Perumda Air Minum TTB Kutim

Ia pun berharap, pertemuan dalam kegiatan sosialisasi ini dapat meningkatkan pengetahuan pegawai Perumdam TTB Kutim terkait bentuk-bentuk kecurangan. Sehingga dapat menghindari perilaku tersebut sekaligus menghilangkan potensi kecurangan dalam lingkungan Pemkab Kutim.

“Jadikanlah kebijakan pengendalian kecurangan ini sebagai sarana untuk mencegah, menangkal, dan memudahkan pengungkapan kegiatan yang berindikasi korupsi,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *