Kutimzone.com, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan dan pembangunan sarana serta prasarana. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur (Kadisdikbud Kutim), Mulyono, mengungkapkan adanya peningkatan anggaran yang signifikan untuk program ini dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2023, anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan dan pembangunan sarana dan prasarana pendidikan sebesar 200 miliar rupiah. Anggaran ini melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 432 miliar rupiah pada tahun 2024.
“Ada kenaikan dua kali lipat,” kata Mulyono dengan penuh optimisme usai acara Akhirussanah SDIT 2 angkatan IV Darussalam di gedung serbaguna Guna Bukit Pelangi, Ahad, 26 Mei 2024.
Selain itu, anggaran untuk akreditasi juga mengalami peningkatan drastis dari 15,9 miliar rupiah pada tahun 2023 menjadi 60 miliar rupiah pada tahun 2024.
“Kami melihat perlunya peningkatan mutu pendidikan, termasuk melalui proses akreditasi yang lebih baik dan komprehensif,” tambah Mulyono.
Program perbaikan dan pembangunan sarana dan prasarana ini mencakup berbagai aspek yang penting untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah.
“Sarpras ini bisa berupa UKS, Ruang BK, Lab, Tempat Ibadah, pokoknya yang ada di dalam sekolah tersebut,” jelas Mulyono.
Pemerintah daerah memastikan bahwa fasilitas yang ada di sekolah-sekolah dapat mendukung kegiatan belajar mengajar dengan optimal. Tidak hanya sekolah negeri, bantuan sarana dan prasarana ini juga menyasar sekolah swasta di Kutai Timur.
“Kami ingin memastikan bahwa semua anak di Kutai Timur mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak, baik mereka yang bersekolah di sekolah negeri maupun swasta,” ujar Mulyono.
Langkah ini mendapatkan apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk para kepala sekolah, guru, dan orang tua murid. Mereka menyambut baik upaya pemerintah dalam meningkatkan fasilitas pendidikan, yang diyakini akan berdampak positif terhadap kualitas pendidikan di Kutai Timur. (Rls)


