Kutimzone.com, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi dan kemandirian ekonomi masyarakat. Langkah baru ini diwujudkan melalui pembukaan kursus dan pelatihan program pendidikan kecakapan wirausaha di Gedung Buana Mekar, Rabu, 29 Mei 2024.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Mulyono, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat agar lebih mandiri dan memiliki daya saing di dunia kerja.
“Dengan keterampilan yang didapat, kami berharap masyarakat, terutama sekolah non formal, dapat lebih mandiri dan berdaya saing di dunia kerja,” ujar Mulyono.
Program ini tidak hanya berfokus pada pendidikan non-formal, seperti pendidikan kesetaraan paket A, B, dan C, tetapi juga terkait erat dengan upaya menekan angka putus sekolah.
“Pendidikan kesetaraan ini memberi kesempatan kepada mereka yang putus sekolah untuk melanjutkan pendidikan dan mendapatkan ijazah yang setara dengan pendidikan formal,” jelasnya.
Pembukaan kursus dan pelatihan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat, sejalan dengan regulasi seperti Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.
PLT Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Disdik Kutim, Heru Purwanto, menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan kecakapan hidup kepada masyarakat.
“Program ini berlandaskan pada regulasi yang jelas dan kuat, sehingga pelaksanaannya diharapkan bisa berjalan dengan baik dan mencapai sasaran yang diinginkan,” ujar Heru.
Pelatihan ini akan berlangsung selama lima hari, dimulai dari 29 Mei hingga 2 Juni 2024, dan dilaksanakan di tiga lokasi berbeda dengan berbagai jenis pelatihan.
Heru menekankan bahwa peserta pelatihan berasal dari wilayah-wilayah tempat perusahaan beroperasi, sehingga diharapkan setelah pelatihan selesai, mereka bisa bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut dan mengurangi ketergantungan pada pekerja dari luar.
“Dengan pelatihan ini, masyarakat lokal bisa lebih diberdayakan dan memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan,” jelasnya.
Heru Purwanto menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kutai Timur atas dukungannya terhadap pendidikan non formal serta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur atas arahan dan fasilitasi yang diberikan.
“Inovasi Cap Jempol yang beliau gagas akan terus kami kembangkan, tidak hanya di bidang pendidikan non formal tapi juga di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” tambah Heru. (Rls)


