banner 728x90

Pelatihan Stand Up Comedy dan Personal Branding Dorong Kreativitas Pemuda Kutim

Pelatihan Stand Up Comedy dan Personal Branding
Pelatihan Stand Up Comedy dan Personal Branding

Sangatta – Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Timur menggelar pelatihan Stand Up Comedy dan Personal Branding di Sangatta, berlangsung selama dua hari pada 14–15 November 2025. Pelatihan ini menjadi wadah baru bagi generasi muda Kutim untuk mengasah kemampuan berbicara, membangun kepercayaan diri, serta mengenal dunia hiburan secara lebih profesional.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kutim, Basuki Isnawan, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus membuka ruang kreatif bagi pemuda. Menurutnya, Stand Up Comedy bukan sekadar hiburan, tetapi media komunikasi yang mampu menyampaikan pesan sosial dengan cara yang menyenangkan.

“Pemuda di Kutim banyak yang aktif di komunitas stand up. Kami memberi ruang untuk mereka mengasah public speaking dan berani tampil. Pesan pembangunan atau ajakan menjauhi narkoba bisa lebih menarik bila disampaikan lewat stand up comedy,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini berbeda dari pelatihan komunikasi publik biasanya karena menghadirkan forum yang benar-benar fokus pada teknik komedi panggung. Stand up, katanya, memiliki keunikan tersendiri karena membutuhkan ketajaman nalar, sense of humor, dan keberanian untuk tampil spontan.

Di sesi pelatihan, para peserta mempelajari teknik dasar membangun materi, ritme komedi, hingga cara memadukan personal branding dalam performa panggung. Menariknya, tidak ada tuntutan bagi peserta untuk langsung menjadi lucu. Yang ditekankan adalah proses memahami struktur humor, menyusun bit, serta melatih gestur dan timing yang tepat.

“Tidak harus lucu. Yang diajarkan adalah langkah-langkah membuat komunikasi lebih humoris. Forum-nya fun banget, suasananya cair, semua bisa belajar tanpa tekanan,” tutur Syamsul Bahri, peserta asal Jalan AP. Pranoto, Sangatta Utara.

Pria yang akrab disapa Syam itu mengaku tertarik karena pelatihan ini berbeda dari workshop public speaking yang biasanya ia ikuti. Ia menilai bahwa stand up comedy mampu melatih mental sekaligus melatih penyampaian pesan dengan cara yang lebih personal.

Syam berharap pelatihan ini dapat melahirkan komika-komika muda Kutim yang nantinya bisa bergabung dengan komunitas Stand Up Comedy Sangatta. Ia menyebut nama komedian nasional seperti Yono Bakri dari Samarinda sebagai contoh bahwa daerah bisa dikenal melalui talenta komedinya.

“Setelah pelatihan ini, harapannya teman-teman bisa bergabung ke komunitas. Kita ingin membawa nama Kutai Timur ke kancah nasional. Ilmu dari coach juga sangat bermanfaat,” katanya.

Pelatihan Stand Up Comedy dan Personal Branding ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah Kutim dalam mendorong kreativitas pemuda serta menyediakan ruang positif untuk berekspresi. Dengan pendekatan hiburan yang edukatif, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan talenta baru sekaligus memperkaya dunia seni pertunjukan di Kutai Timur. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *