banner 728x90
Berita  

Novel Sebut Desa Sebagai Sumber Kesejahteraan Daerah

Anggota Komisi A DPRD Kutai Timur Novel Tyty Paebonan, (Sumber foto: Dok. Istimewa).

Kutimzone.com, Sangatta – Selama ini, perbincangan terkait pembangunan selalu diidentikan sebagai upaya memajukan kota-kota besar. Anggapan itu telah menancap kuat hampir pada setiap pikiran manusia.

Berbeda dengan yang lain, Anggota Komisi A DPRD Kutai Timur (Kutim), Novel Tyty Paebonan justru berpandangan lain. Menurutnya, Desa memiliki peran penting dalam mewujudkan kesejahteraan.

Berdasarkan pengalamannya, Novel menganggap Desa sebagai garda terdepan. Begitu banyak sumber daya yang dirasakan masyarakat, hampir semuanya bersumber dari desa.

Karena itu, Novel menganggap desa sebagai wilayah yang diutamakan dalam hal pembangunan, baik fisik maupun Sumber Daya Manusia (SDM).

Pandangan itu sejalan dengan peraturan yang berlaku, seperti Undang-undang (UU) No. 6 Tahun 2013 tentang desa dan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Kerangka hukum tersebut memberikan legitimasi bagi desa sebagai tempat yang harus tersentuh pembangunan nasional secara intens.

“Kita perlu mengubah paradigma kita tentang pembangunan. Kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi tak hanya dapat dirasakan di kota. UU Desa memberi kita arahan bahwa membangun Indonesia dimulai dari desa,” ujar Novel kepada awak media, pada Kamis, 24 Agustus 2023.

Saat ini, Kutim sedang fokus pada upaya pemekaran beberapa desa. Harapan Novel, beberapa desa yang telah masuk dalam kategori persiapan, mengalami perubahan status menjadi desa definitif atau desa mandiri.

Tak hanya mandiri, Novel menyebut Pemkab perlu memberi perhatian khusus, agar desa yang telah definitif mengalami perkembangan dalam banyak aspek.

Dalam daftar resmi, lebih dari 10 desa di Kutim telah mengajukan permohonan untuk menjadi desa definitif. Hal itu menjadi instrumen bagi Pemkab untuk menyiapkan rencanan pembangunan desa. Langkah itu perlu dilakukan agar masyarakat di desa merasakan kesejahteraan.

Sementara, Novel mengharapkan desa yang telah definitif menjadi bagian Kutim yang mandiri secara sosial, memiliki kedaulatan politik dan kuat secara ekonomi. Selain itu, harap Novel, nilai-nilai budaya yang tinggi juga dapat dipertahankan, agar desa layak disebut sebagai ‘Catur Sakti Desa.

Update terbaru, terdapat 11 desa di Kutim yang belum lama ini telah berstatus definitif, diantaranya Desa Pinang Raya, Bukit Pandang Jaya, Sekurau Atas, Tepian Raya, dan Tepian Madani. Selain itu, juga ada Desa Tepian Budaya, Kerayan Bilas, Parianum, Kelinjau Tengah, Jabdan, dan Desa Miau Baru Utara.

Penulis: AUDEditor: Kutimzone.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *