banner 728x90

Muswil ke‑VI PKS Kaltim Digelar Serentak Se-Indonesia, Siap Kawal Arah Pembangunan Berkelanjutan

Samarinda – DPW PKS Kalimantan Timur menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke‑VI pada Minggu (24/8/2025) di Kantor DPW PKS Kaltim. Acara ini merupakan bagian dari pelaksanaan Muswil serentak se-Indonesia oleh PKS, dengan fokus memperkuat struktur partai dan menetapkan arah strategis menyongsong pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kaltim pada 2028.

Muswil dihadiri kader dan pengurus dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur, serta beberapa perwakilan partai politik lain. Hadirnya Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menjadi penanda terbukanya komunikasi antara PKS dan Pemerintah Provinsi, sekaligus memperkuat sinergi menuju pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

Ketua DPW PKS Kaltim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa Muswil ke‑VI merupakan agenda strategis, bukan sekadar rutinitas internal. Forum ini, menurutnya, menjadi ruang penting untuk merumuskan kebijakan partai dan konsolidasi kader menuju kontribusi yang lebih nyata di masyarakat.

“Momentum Muswil ini kita gunakan untuk konsolidasi, memperkuat struktur, memahami jati diri, dan merumuskan arah kebijakan PKS di Kaltim. Kami ingin PKS tampil lebih konstruktif, solutif, dan hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat,” kata Ardiansyah.

Ia menyoroti kontribusi historis Kaltim terhadap negara sebagai penyumbang devisa nasional, baik dari sektor kehutanan, batu bara, hingga sawit. Hal ini, menurutnya, menegaskan posisi Kalimantan Timur sebagai kekuatan ekonomi strategis nasional.

“Dulu Kaltim terkenal sebagai penghasil kayu dan damar. Saat ini, sawit dan batu bara tetap menjadi penyumbang devisa besar. Kaltim selalu berada di jajaran empat besar penyumbang devisa nasional,” tegasnya.

Ardiansyah juga menggarisbawahi peluang besar dari dua kawasan industri di Kutai Timur—Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy dan pabrik metanol berbasis batu bara—yang disebutnya memiliki potensi investasi mencapai Rp40 triliun.

“Insya Allah, dua kawasan ekonomi di Kutai Timur akan menghadirkan investasi besar. Ditambah dengan hadirnya IKN, Kaltim semakin tepat menjadi pusat pembangunan nasional,” tambahnya.

Meski begitu, ia tidak menutup mata terhadap sejumlah tantangan, seperti infrastruktur jalan nasional yang belum merata dan ketimpangan pembangunan antarwilayah. Ia menyebut peran PKS sangat krusial dalam mendorong solusi konkret atas permasalahan ini.

“PKS Kaltim harus tampil konstruktif dan solutif untuk percepatan kepentingan rakyat. Kita harus aktif lintas sektor: eksekutif, legislatif, ormas, akademisi, hingga masyarakat luas,” ucapnya.

Dalam suasana forum yang hangat dan penuh semangat, Ardiansyah mengajukan pertanyaan kepada kader: “Apakah siap berkontribusi dan bekerja sama dengan Pemprov Kaltim?” yang disambut serempak dengan jawaban “Siap!”

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya kehadiran PKS di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai partai elektoral, tetapi juga sebagai pengusung kebijakan yang berakar dari kebutuhan rakyat.

“Kaltim itu miniatur Indonesia. Kita punya keberagaman suku: Dayak, Kutai, Banjar, Jawa, Bugis, dan lainnya. IKN memang tepat ada di Kaltim, tapi itu juga berarti kita akan menghadapi arus besar pembangunan nasional,” jelasnya.

Ardiansyah menyebut bahwa masuknya 23 investor besar ke KEK Maloy adalah peluang besar yang harus direspons dengan pengawalan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

“PKS Kaltim harus tampil sebagai aktor strategis yang mendukung pembangunan daerah, memastikan kesejahteraan rakyat, sekaligus menjaga agar Kaltim tidak hanya kaya SDA, tetapi juga unggul dalam pembangunan manusia,” ungkapnya.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji turut memberikan pandangan bahwa PKS telah menunjukkan peran penting dalam dinamika sosial-politik daerah. Ia menilai bahwa PKS bukan hanya partai politik, melainkan mitra pembangunan yang aktif.

“PKS semakin dewasa dan besar, dan kami memandang PKS punya ruang yang sangat penting untuk terus bersinergi dengan pemerintah. Ada banyak program yang selaras, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun pelayanan publik,” ujar Seno.

Ia menyebut penguatan kaderisasi yang dilakukan PKS telah menghasilkan banyak tokoh muda yang aktif di berbagai bidang, khususnya pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

“Penguatan kaderisasi yang dilakukan PKS melahirkan kader berkualitas dan siap berkontribusi untuk pembangunan. Ini penting dalam menyiapkan generasi emas Kaltim, apalagi daerah kita kaya sumber daya alam dan butuh SDM unggul,” katanya.

Seno juga menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di Kaltim sebagai miniatur Indonesia. Ia mengingatkan agar keberagaman tidak menjadi sumber konflik, melainkan kekuatan pemersatu.

“Kalau kita ingin Indonesia Emas 2045, semua elemen harus bekerja sama. Kalau tidak mampu berbuat banyak, minimal kita berbuat sesuai kemampuan kita. Tapi jangan sampai justru merusak kedamaian bangsa,” ujarnya, menyitir pesan Presiden Prabowo Subianto.

Di bidang investasi, Seno mengungkapkan bahwa 23 investor telah menyatakan minatnya untuk menanamkan modal di Kaltim. Namun, menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup dengan modal ekonomi semata.

“Hubungan pemerintah dengan partai politik jangan sebatas formalitas. Harus ada komunikasi bilateral yang harmonis. Dengan begitu, pembangunan di Kaltim berhasil atas kontribusi bersama, termasuk dari PKS,” tegasnya.

Muswil VI PKS Kaltim pun ditutup dengan semangat optimisme tinggi. Konsolidasi yang dibangun tak hanya menguatkan internal partai, tetapi juga mengokohkan sinyal bahwa PKS siap menjadi bagian penting dalam ekosistem pembangunan Kalimantan Timur, terlebih menjelang 2028 saat IKN resmi dipindahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *