
KUTIMZONE.COM[SANGATTA – Faktor utama dalam pengembangan di Kutai Timur menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, ialah ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan.
“Banyak persoalan yang dikeluhkan oleh pihak sekolah seperti persoalan administrasi, sarana dan prasarana ruang kelas baru, rehab, ruang UKS, lapangan, Sanitasi, pagar,” ungkap Mulyono saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.
Dalam wawancara tersebut, Mulyono mengungkapkan bahwa banyak sekolah di Kutim menghadapi berbagai masalah terkait administrasi serta sarana dan prasarana. Beberapa diantaranya meliputi kekurangan ruang kelas baru, rehabilitasi bangunan, kekurangan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), lapangan olahraga yang memadai, sanitasi yang memadai, dan kekurangan pagar untuk keamanan sekolah.
“Semua sudah kami data kebutuhan mereka apa. Ini data real dilapangan ya,” ucapnya.
Mulyono menjelaskan bahwa data mengenai kebutuhan ini diperoleh dari sekolah-sekolah yang benar-benar mengalaminya. Data tersebut sangat diperlukan oleh pihak sekolah untuk memperoleh bantuan yang tepat dan efektif. Legislatif juga sangat mendukung kehadiran data yang valid mengenai masalah sarana dan prasarana sekolah ini.
Sejauh ini, pemerintah telah mengirimkan anggaran yang bertahap untuk memperbaiki kondisi sarana dan prasarana sekolah. Lebih dari 800 sekolah di Kutim akan menerima bantuan ini sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Hal ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi sekolah secara menyeluruh dan memberikan lingkungan yang lebih baik bagi proses belajar-mengajar.
Mulyono juga menekankan bahwa kebutuhan dasar seperti musholla dan UKS harus menjadi prioritas dalam peningkatan sarana dan prasarana sekolah. Musholla merupakan tempat ibadah bagi siswa dan guru Muslim, sementara UKS penting untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan siswa.
Dalam mengatasi persoalan ini, Mulyono berharap adanya kerjasama yang baik antara pemerintah daerah, pihak sekolah, dan masyarakat. Selain itu, ia juga mengajak seluruh pihak terkait untuk terus mengawasi dan memonitor perkembangan perbaikan sarana dan prasarana sekolah.
Diharapkan dengan adanya upaya perbaikan ini, kondisi pendidikan di Kutim akan semakin membaik. Siswa dan guru akan mendapatkan lingkungan yang kondusif untuk belajar dan mengajar, sehingga kualitas pendidikan di daerah ini dapat terus meningkat.(*/be/kz)
