banner 728x90

Membanggakan, Ketum JMSI Terima Press Card Number One di Hari Pers Nasional 2024

Foto: Teguh Santosa, Ketum JMSI (Istimewa).

Kutimzone.com, Jakarta – Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa menerima penghargaan Press Card Number One (PCNO) atau Kartu Pers Nomor Satu. Capaian membanggakan itu diterima pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024, di Kawasan Ancol, Jakarta Pusat.

PCNO sendiri merupakan pengakuan kepada para pers yang telah menunjukkan kinerja profesional dalam melakoni dunia jurnalistik. Selain itu, dedikasi dan pengorbanan dalam dunia pers selama mengabdikan diri juga menjadi penilaian.

Selain itu, PCNO juga menjadi simbol perhatian kepada para pers yang telah menunjukkan keteladanan dalam dunia jurnalistik. Harapannya, penerima PCNO menjadi inspirasi bagi insan pers dimanapun.

“Pemberian ini menyimbolkan upaya masyarakat pers untuk memperhatikan orang- orang yang patut menjadi teladan dengan prestasi yang mereka capai, dan dengan harapan agar dapat menjadi aspirasi bagi insan pers khususnya muda, sekaligus meneruskan jejak emas mereka,” sebagaimana keterangan tertulis dalam penganugerahan PCNO pada Peringatan Hari Pers 2024.

Selain Teguh Santosa, penerima PCNO lainnya di tahun ini adalah Hasril Chaniago (Sumatera Barat), Muhammad Syahrir (Sumatera Utara), Budiharjo (Bali), Sadagori Henoch Binti (Kalimantan Tengah), Kambali (Riau), Luna Agustin (Riau), Hermanto Ansam (Riau), Sri Mulyadi (Jawa Tengah), Achmad Zaenal Muttaqin (Jawa Tengah), Widiyartono (Jawa Tengah), Adhi Wargono (DKI Jakarta), Budi Nugraha (DKI Jakarta), dan Norman Chaniago (PWI Pusat).

Profil Teguh Santosa

Teguh Santosa adalah pendiri Kantor Berita Politik RMOL. Selain itu, ia juga pernah menjadi Ketua Bidang Luar Negeri PWI Pusat (2013-2018) dan Anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat (2018-2020).

Selain itu, jabatan Wakil Presiden Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) pernah dijabat Teguh pada tahun 2018. 

Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, ini juga berkiprah di dunia internasional. Ia diundang menjadi pembicara di beberapa kegiatan internasional seperti di Korea Selatan, Korea Utara, Maroko, Kuba, dan Venezuela.

Dia juga adalah salah seorang petisioner masalah Sahara Barat  di PBB New York. Dia telah tiga kali tampil di forum tersebut, yakni pada 2011, 2012, dan 2023.

Selain itu Teguh juga menjadi observer pemilu di Federasi Mikronesia (2009), Maroko (2011), dan Venezuela (2018 dan 2022). 

Teguh menyelesaikan pendidikan S-1 dari Universitas Padjadjaran Bandung dan S-2 dari University of Hawaii at Manoa (UHM), Amerika Serikat.

Dia juga pernah menuntut ilmu di National University of Singapore (NUS). Kini Teguh sedang menyelesaikan pendidikan doktor di Jurusan Hubungan Internasional Unpad.

Buku-buku yang telah ditulisnya adalah “Komisi I” (2009), “Di Tepi Amu Darya” (2018), “Perdamaian yang Buruk, Perang yang Baik” (2018), dan “Bulldozer dari Palestina” (2022). 

Teguh juga mengantongi penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk sejumlah kegiatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *