Kutimzone.com, Sangatta – Wakil Ketua I DPRD Kutai Timur, Asti Mazar Bulang, menyoroti pentingnya melestarikan dan menyetarakan budaya Indonesia, dengan fokus khusus pada wilayah Kutai Timur.
Ia menganggap, langkah itu perlu dilakukan sebagai bagian dari kerja kolektif semua pihak.
“Menurut saya, Kirab Budaya ini adalah agenda tahunan yang sangat bermanfaat dan menarik,” ucapnya saat diwawancarai langsung di Halaman Kantor Bupati Kutim, belum lama ini.
Ia juga menekankan perlunya menyampaikan kepada masyarakat mengenai keberagaman budaya di Indonesia.
“Mudah-mudahan Kirab Budaya ini menjadi momentum penting untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat tentang kekayaan budaya Indonesia yang beragam,” harapnya.
Dalam hal budaya yang belum terdata dengan baik di dinas pendidikan, Asti Mazar Bulang menjelaskan bahwa ini adalah tugas utama dinas pendidikan untuk mengatasi kendala-kendala tersebut.
“Kami sebagai DPRD mempunyai tugas dan fungsi untuk mengawal serta mengawasi penyelesaian kendala di Kutai Timur,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, Mulyono, mengungkapkan bahwa Kirab Budaya ini diadakan dalam rangka perayaan HUT Kabupaten Kutai Timur yang ke-24.
Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kutim berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim.
Menurutnya, kegiatan ini diikuti oleh 45 regu yang terdiri dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan Paguyuban se-Kutai Timur.
“Kirab Budaya tidak hanya merayakan kekayaan budaya, tetapi juga menjadi wadah untuk mengedukasi masyarakat tentang beragamnya warisan budaya Indonesia. Kirab Budaya adalah bukti nyata bahwa pelestarian budaya adalah tugas bersama yang tidak boleh diabaikan,” tandasnya.


