Kutimzone.com, Balikpapan – Nama Kabupaten Kutai Timur (Kutim) semakin diperhitungkan pada setiap turnamen di luar daerah. Teranyar, tim Karateka Dojo Bushido Kutim menyabet 19 medali untuk dibawah pulang, salah satunya adalah medali emas.
Turnamen yang diikuti atlet kutim itu berlangsung di Kota Balikpapan, kalimantan Timur (Kaltim), pada Jumat, 16 Februari 2024. Kegiatan itu merupakan ajang tanding yang diprakarsai oleh Wali Kota Balikpapan.
“Alhamdulillah, meski berangkat secara mandiri dan persiapan seadanya, namun belasan atlet karate dari Dojo Bushido Sangatta dari INKAI Kutim sukses membawa pulang medali dari dua kategori. Untuk kategori turnamen total 8 medali dan kategori festival 11 medali,” jelas Dedi Irawan, Sensei merangkap Manajer Kontingen Kutim di BSCC Dome, Kota Balikpapan.
Rincian medali yang diperoleh di turnamen yaitu 1 emas, 2 perak dan 5 perunggu. Sedangkan di festival 1 emas, 2 perak dan 8 perunggu.
Para karateka muda Kutim yang rata-rata masih duduk di bangku SD dan SMP mampu bersaing dengan atlet lainnya di Kalimantan. Sebab kejuaraan ini tak hanya diikuti oleh peserta dari 10 Kabupaten dan Kota se-Kaltim, namun juga ada dari Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kalimantan Barat (Kalbar) yang jumlahnya mencapai ribuan untuk semua kelas dan kategori.
Pihak panitia penyelenggara mempertandingkan 10 kategori, baik Kata maupun Kumite. Turnamen ini merupakan rangkaian perayaan hari jadi Kota Balikpapan yang ke-127 dengan total hadiah Rp 35 juta.
Seperti dijelaskan Dedi yang merupakan pelatih Dojo Bushido Kutim sebelumnya, dari Inkai Kutim mewakili Kabupaten mengirimkan total 17 atlet. Para karateka Kutim akan bertanding di satu kelas yakni Komite.
Sebanyak 10 atlet mengikuti kategori Festival pada Minggu (18/2) dan 15 atlet bertanding di Turnamen pada Sabtu (17/2). Dengan tujuan melatih dan memperbanyak jam tanding dan tandang bagi para atlet. Memperbanyak jam tanding, terutama di luar Kutim, agar mental dan pengalaman bertanding ikut meningkat.
“Selamat buat atlet yang meraih medali atau juara. Jangan puas dengan hasil turnamen kali ini. Peraih medali dan atlet yang belum juara tetap terus berlatih dan semangat mengejar prestasi,” kata Dedi.
Dengan pembinaan berkesinambungan sejak dini, Dedi yakin ke depan akan banyak lahir atlet karate berprestasi di Kutim. Sehingga untuk mengikuti turnamen atau kejuaraan tertentu, Kutim tak lagi berpikir untuk memberdayakan atlet luar daerah, namun asli putra daerah Kutim.
Untuk pembinaan secara berkelanjutan, tentunya dibutuhkan fokus dan dukungan dari seluruh stakeholder. Tak hanya pengurus cabang olahraga, tetapi juga Pemkab Kutim, Koni Kutim, hingga perusahaan swasta. (Rls)


