banner 728x90
Berita  

Jimmy; Pelabuhan Kenyamukan Akan Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Kutim

Kutimzone.com Sangatta – Pelabuhan Kenyamukan menjadi salah satu proyek pembangunan yang sangat dinantikan oleh masyarakat Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Dengan dukungan penuh dari Komisi C DPRD Kutim, proyek ini diharapkan akan menjadi pendorong utama bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan daerah. Diperkirakan pembangunan pelabuhan selesai pada tahun 2024 mendatang.

Anggota DPRD Kutim, Jimmy, menjelaskan bahwa proses pembangunan Pelabuhan Kenyamukan masih berlangsung dengan baik. Dengan total anggaran sebesar Rp 20 miliar, PT Kaltim Prima Coal (KPC) telah aktif terlibat dalam pengerjaan proyek ini dan dijadwalkan selesai pada bulan Oktober mendatang.

Setelah tahap awal yang didanai oleh pihak swasta, pengerjaan selanjutnya akan memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutim. Untuk pengerjaan proyek selanjutnya, perusahaan pemegang tender telah ditentukan.

Total anggaran APBD Kutim yang mencapai Rp 120 miliar akan terlibat dalam program multi tahun untuk melengkapi pembangunan Pelabuhan Kenyamukan yang strategis ini. “Kami menargetkan proyek ini selesai pada tahun 2024,” ujar Jimmy kepada awak media belum lama ini.

Kehadiran Pelabuhan Kenyamukan di Kutim diharapkan akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam hal peningkatan ekonomi. Salah satu manfaat yang diungkapkan adalah penurunan harga bahan konstruksi yang saat ini cukup tinggi. Pembangunan di Kutim saat ini mengandalkan pasokan bahan konstruksi dari Samarinda dan Balikpapan, yang menyebabkan kenaikan harga karena biaya transportasi.

“Penurunan harga konstruksi hingga 20 persen akan terjadi ketika Pelabuhan Kenyamukan beroperasi, karena bahan konstruksi langsung dapat didistribusikan di Kutim,” jelas Jimmy.

Keberadaan pelabuhan ini diharapkan dapat memangkas biaya logistik, memberikan dampak positif pada sektor pembangunan, serta meningkatkan daya saing daerah. Dengan harga bahan konstruksi yang lebih terjangkau, pembangunan infrastruktur di Kutim dapat berjalan lebih efisien dan berdampak positif pada masyarakat.

Lebih lanjut, Jimmy menyampaikan harapannya agar Pemerintah Daerah (Pemda) Kutim dapat menunjuk Perusahaan Milik Daerah (Perusda) untuk mengelola Pelabuhan Kenyamukan. Dengan demikian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan dari pelabuhan ini dapat digunakan untuk mendukung pembangunan dan kebutuhan masyarakat setempat.

“Dengan sinergi antara Perusda dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, pengelolaan Pelabuhan Kenyamukan diharapkan dapat berjalan dengan baik,” tambah Jimmy.

Pelabuhan Kenyamukan diharapkan akan menjadi tonggak baru bagi Kabupaten Kutai Timur, bukan hanya dalam hal konektivitas dan aksesibilitas, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan kerjasama yang solid antara pihak terkait, pembangunan pelabuhan ini diharapkan dapat segera terwujud dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat Kutim.(adv/dprd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *