Kutimzone.com, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menggelar Hari Santri Nasional 2023 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, belum lama ini. Dalam perayaan tersebut, ribuan santri mengikuti apel yang dipimpin Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.
Ketua panitia HSN 2023 KH. Andi Abdurrahman mengatakan peserta yang mengikuti dalam kegiatan ini sebanyak 2000 santri. Menurutnya, santri ini tersebar di wilayah Kutim.
“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan sukses dan ikuti oleh 2000 lebih Santri. Mereka berasal dari 40 Pondok Pesantren yang ada di Kutai Timur,” ungkap Kiai Andi.
Kiai Andi mengapresiasi dukungan pemkab Kutim. Ia mengatakan kegiatan ini perdana dilakukan di Kutai Timur. Ia bersyukur dengan persiapan yang mepet dapat berjalan dengan baik.
“Kami hanya punya waktu satu minggu Alhamdulillah kegiatan terlaksana dengan baik. Dan Alhamdulillah antusias peserta nluar biasa, tadi peserta tidak ada yang pingsan,” terangnya.
Ia berharap pondok pesantren di Kutai Timur akan semakin berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara.
“Semoga kedepan pondok pesantren di Kutai Timur lebih berkembang dan kegiatan HSN tahun depan lebih meriah,” tandasnya.
Ditempat yang sama, Wakil Ketua II DPRD Kutai Timur, Arfan, mengungkapkan kegembiraannya atas kesuksesan kegiatan ini. Baginya, HSN merupakan momen untuk mengenang perjuangan santri dalam ikut andil memerdekakan Indonesia dari perjajah.
“Selamat, kami sampaikan bahwa tanpa ada perjuangan santri bangsa kita tidak akan merdeka,” kata Arfan.
Salah satu kabar baik yang dibagikan oleh Arfan adalah usulannya terkait peraturan daerah (Perda) tentang pondok pesantren.
“Alhamdulillah tahun kemarin saya sudah usulkan supaya ada Perda Pondok Pesantren dan itu sudah masuk ke Bapemperda DPRD Kutim, insyaallah tahun depan sudah ada pembahasan,” ucap Arfan kepada awak media.
Perda tersebut bertujuan untuk mengatur anggaran bagi pondok pesantren, dengan harapan agar dana yang dialokasikan setara dengan pendidikan nasional. Arfan menekankan pentingnya peran santri sebagai fondasi kuat bagi bangsa dan negara,
“Kami berharap pemerintah akan memberikan perhatian lebih dan meningkatkan anggaran untuk pesantren, khusus Kutai Timur,” terangnya.
Di era digitalisasi saat ini, Arfan menyadari bahwa santri perlu terus mengikuti perkembangan teknologi. Meskipun ada yang menggunakan ponsel di pondok pesantren, Arfan menyatakan bahwa mereka telah melakukan sosialisasi tentang penggunaan ponsel yang bijak, dengan fokus pada pentingnya ilmu dan akhlak.
“Ya itu perlu edukasi jangan sampai kecanggihan teknologi justru merusak anak-anak khususnya santri,” ujarnya.
Arfan berharap agar semangat dan komitmen untuk membimbing santri dan mengikuti perkembangan zaman tetap terjaga, seiring dengan kesadaran akan nilai-nilai agama dan moral yang harus dipegang oleh para santri.
“Memang harus dibarengi dengan nilai – nilai agama. O ini yang boleh, oo ini yang tidak boleh,” tandasnya.


