banner 728x90

Guru PAUD Bengalon Raih Penghargaan Nasional, Dapat Apresiasi di HGN Kutim

Sri Lasri Yohana Situmeang saat mendapatkan penghargaan dari Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman
Sri Lasri Yohana Situmeang saat mendapatkan penghargaan dari Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman (Kutimzone.com)

Sangatta – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Kutai Timur, Selasa (25/11/2025) pagi, menjadi lebih bermakna dengan hadirnya sosok inspiratif. Guru PAUD asal Bengalon, Sri Lasri Yohana Situmeang, menjadi pusat perhatian setelah menerima penghargaan atas dedikasi luar biasa yang ia tunjukkan di dunia pendidikan anak usia dini.

Dalam upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, penghargaan Guru Berdedikasi tingkat kabupaten diserahkan kepada Yohana, yang juga sukses menyabet dua penghargaan nasional: Juara GTK Dedikasi Jenjang PAUD/Dikdas serta Terfavorit Jambore GTK Hebat dari Direktorat GTK Kemendikbud RI tahun 2024.

Irma Yuwinda, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, memberikan apresiasi khusus atas capaian tersebut. Ia menilai, sosok seperti Yohana layak mendapat pengakuan karena keberaniannya mengabdi di wilayah dengan akses sulit.

“Tentunya kami bangga atas penghargaan Bu Yonhan. Kami sampaikan selamat atas prestasi yang di raih. Kehadiran sosok seperti Bu Yohana di momen ini memberi makna tersendiri,” ujar Irma.

Yohana mengaku penghargaan tersebut ia dapatkan berkat dokumentasi konsisten atas aktivitas mengajarnya di PAUD Anugrah Abadi I Bengalon, sebagai bentuk nyata dedikasinya.

“Setiap kegiatan saya dokumentasikan, sebagai bukti tanggung jawab saya dalam mendidik anak-anak di PAUD,” ujarnya dengan nada haru.

Perjuangan Yohana jauh dari kata mudah. Setiap hari ia harus menempuh perjalanan panjang melewati jalan perkebunan sawit yang sulit diakses. Saat hujan, jalanan berubah jadi lautan lumpur. Sementara saat kemarau, debu menjadi tantangan tersendiri.

“Sudah biasa saya terpeleset atau jatuh dari motor. Tapi saya tetap pergi karena anak-anak murid saya menanti,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur atas penghargaan dan perhatian yang diberikan kepada guru-guru di daerah terpencil.

“Ini bukti nyata bahwa kami para guru tidak dilupakan. Saya merasa dihargai setinggi-tingginya,” katanya tulus.

Yohana pun menutup dengan pesan menyentuh bagi murid-muridnya yang menjadi sumber semangatnya untuk terus bertahan dan mengajar.

“Terima kasih untuk anak-anakku. Kalian alasan saya terus datang ke sekolah, apapun rintangannya,” pungkasnya. (ADV/RI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *