banner 728x90
Berita  

Dukung Pemilu, Kesbangpol Kutim Laksanakan Sosialisasi Pendidikan Politik untuk Pemilih Pemula

KUTIMZONE.COM[SANGATTA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Timur (Kutim) menggelar sosialisasi pendidikan politik dengan tema “Partisipasi Aktif dalam Mensukseskan Pemilu dan Pemilukada Serentak Tahun 2024” di Gedung Utama Aula STIPER Kutim, Rabu, (31/5/2023).

Acara tersebut turut dihadiri oleh, Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Kutim, Muhammad Basuni, Sekretaris, Suyatno, Ketua STIPER Kutim, Prof. Juraemi, Waket I, Mufti Perwira Putra, Waket II La Sarido, Komisioner Bawaslu Kutim, M. Idris, Anggota KPU Kutim Handoko, serta para dosen dan puluhan mahasiswa.

Muhammad Basuni dalam sambutannya menyampaikan, hari pertama pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi tentang netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) di dalam Pemilu. Selanjutnya juga dirinya mengaku sudah melaksanakan hal yang serupa di Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) berkenaan dengan partisipasi dalam Pemilu.

Selain itu juga, kata mantan camat Sangatta Utara ini, Kesbangpol baru-baru ini melakukan sosialisasi di Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS), dan hari ini di Stiper.

“Nanti setelah anak sekolah masuk, kami rencana berkunjung ke kecamatan melakukan hal yang sama,” ungkap Muhammad Basuni.

“Kalau di sekolahan SMA banyak pemilih pemula. Kami juga akan mengundang pihak kecamatan, desa serta masyarakat untuk melakukan hal yang sama,” ucapnya lebih lanjut.

Ia berkata (red,Basuni), tugas daripada pemerintahan daerah (Pemda) itu sesungguhnya adalah memberikan dukungan kepada pelaksana pemilu. “Mahasiswa kami anggap insan intelektual. Jadi saran dan masukan itu sangat diperlukan bagi kami,” ujarnya.

Prof Juraemi mengatakan, atas nama pimpinan Stiper Kutim mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kesbangpol. “Di mana, di kampus kami ini ditunjuk sebagai tempat pelaksanaan kegiatan sosialisasi pada hari ini,” ujar ketua stiper 3 periode ini.

Kata dia, perlu diketahui bahwa Pemilukada ini adalah merupakan agenda negara Republik Indonesia (RI) yang memang perlu disosialisasikan. “Siapa tahu kita lupa lima tahun yang lalu. Makanya dilaksanakan agenda ini,” sebut prof Juraemi.

“Terutama adik-adik kami mahasiswa/i yang sebagian besar di dalam ruangan ini masih mahasiswa baru (maba), yang kemungkinan lima tahun yang lalu belum pernah mengikuti Pemilu dan Pemilukada. Karena itu perlu diberikan pendidikan politik yang demikian,” bebernya. (*/wd/kz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *