banner 728x90
Berita  

Disperindagkop Kaltim Berikan Bantuan Pada UMKM Kutim, Ardiansyah Ucapkan Ini

KUTIMZONE.COM[SANGATTA] – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) atas pemberian bantuan peralatan untuk UMKM Kutim, yang diserahkan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM).

“Terima kasih kepada Disperindagkop dan UKM Kaltim yang sudah memberikan bantuan kepada pelaku UMKM Kutim” Ucap Ardiansyah

Orang nomor satu Kutim ini juga berharap seluruh pelaku UMKM yang mendapat bantuan bisa memanfaatkan peraltan tersebut

“Dan selamat kepada para pelaku UMKM di Kutim yang hari ini menerima bantuan. Mudah-mudahan dimanfaatkan dengan baik dan saya berharap, bisa meningkatkan pendapatan ekonomi rumah tangga dan kerakyatan,” harap Ardianysah Sulaiman, saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan Penyerahan secara simbolis bantuan peralatan untuk UMKM kepada UMKM Kabupaten Kutim, Jum’at (31/3/2023) di Ruang Meranti, Kantor Bupati.

Dalam kesempatan itu pula, politisi PKS Kutim menyebut, Pemkab Kutim terus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM. Seperti baru-baru ini melaksanakan Roadshow Bazar Promosi UMKM yang direncanakan dilaksanakan pada 18 titik atau 18 Kecamatan di Kutim.

“Saat ini sedang berjalan bazar UMKM di 18 titik atau 18 Kecamatan, yang kita jadwalkan berakhir pada bulan Oktober 2023 ini. Sebelumnya, Roadshow Bazar UMKM sudah terlaksana di beberapa Kecamatan. Bahkan ada yang terus berjalan sampai hari ini. Dan memang mereka minta izin kepada kita (Pemkab Kutim). Ia kita berikan izin, kita berikan ruang dan waktu dan memberikan daya dukung dan seterusnya,” Jelasnya.

Menurut suami Siti Robiah ini, betapa penting dan urgennya untuk memberikan ruang dan waktu bagi pelaku UMKM. Aalasaan tidak sederhana, karena merupakan intruksi langsung dari Presiden terkait dengan persolan ekonomi global, tentang pangan global.

Lebih jauh Ardiansyah menyebut, eskpor di Kutim telah berjalan selama empat tahun belakangan ini. Diantaranya berasal dari UMKM.

Pertama, ekspor pisang Gepok petani yang ada di tiga kecamatan, yakni di Kecamatan Kaubun, Kaliorang dan Sangkulirang. Disamping itu, mereka juga membuat turunannya yaitu kripik pisang, yang juga diekspor.

“Ditambah lagi dengan kripik ubi ungu juga diekspor, ditambah lagi dengan kegiatan mereka membuat amplang juga diekspor, juga kegiatan ibu-ibu kelompok tani mengambil lidi dari kelapa sawit yang juga diekspor. Berikutnya ada tambahan lagi, akan ada MoU terkait ekspor jukut pijah, ikan haruan (sejenis ikan air tawar). Dengan eksportir ikan air tawar ini diminta oleh beberapa negara timur tengah. Kemudian ada juga ekspor nanas ke Polandia. Eksportirnya ini dari petani,” ungkapnya.

Ia berharap, akan muncul juga para eksportir dari para pelaku UMKM yang lainnya yang ada di Kutim. Kemudian, bantuan peralatan yang diberikan, agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk peningkatan produksi usaha UMKM.

“Kita bersyukur, dengan semarakkannya UMKM di Kaltim, itu mampu menekan laju kenaikkan inflasi di Kaltim. Dan alhamdulillah, Kaltim sanggup menekan laju inflasi. Sehingga pemerintah memberikan hadiah (reward) kepada UMKKM di Kaltim termasuk di Kutim, jadi harus bangga. Bapak/ibu sebenarnya pejuang-pejuang inflasi yang jelas ditengah-tengah masyarakat. Oleh karenanya saya berharap terus memproduksi apa yang dibuat, mungkin kuliner, produk barang, jasa, pertanian maupun produk lainnya,” pungkasnya (*/dc/kz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *