banner 728x90

Dinkes Kaltim Minta Pemkab Kukar Instruksikan Pola Hidup Sehat Gegara Daerah Penyumbang Terbanyak DBD

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinkes Kukar, Supriyadi. (Istimewa)

Kutimzone.com, Kutai Kartanegara – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabar Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengalami lonjakan yang sangat signifikan selama 3 tahun terakhir.

Hal ini terlihat dari data yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, kasus DBD di kabupaten tersebut 2021 hanya 186 kasus. Setahun kemudian, pada 2022, angka DBD meningkat menjadi 843 kasus dan naik lagi menjadi 1.118 kasus pada 2023. Dinkes Kukar mencatat, kasus DBD rata-rata menyerang kelompok usia 5-15 tahun.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinkes Kukar, Supriyadi, menyebutkan tiga kecamatan dengan angka DBD tertinggi pada 2023. Yaitu Sebulu, Muara Kaman, dan Tenggarong Seberang.

Berdasarkan analisis Dinkes Kukar, ketiga daerah tersebut berlokasi di wilayah perairan dan rawa. 

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan lokasi endemik nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak,” ungkap Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinkes Kukar, Supriyadi, Jumat, 22 Maret 2024.

Kesadaran masyarakat yang rendah mengenai kebersihan lingkungan turut menjadi persoalan. 

Menurutnya, yang paling penting saat ini adalah mencegah dan mengantisipasi penyebaran DBD. Kebersihan lingkungan sekitar rumah dan pola hidup sehat sangat perlu diterapkan.

“Pencegahan DBD itu dimulai dari kesadaran masyarakat,” tuturnya. 

Masyarakat Kukar pun diimbau mengetahui gejala DBD lebih dini. Demam tinggi selama dua hari berturut-turut adalah salah satu indikasinya. Penderita DBD memerlukan penanganan cepat dan tepat. Jika tidak, berisiko fatal yang berujung kematian.

“Harus segera berobat ke fasilitas kesehatan,” jelas Supriyadi. (ADV/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *