Kutimzone.com, Sangatta – Ketua KONI Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Rudi Hartono meminta kepada seluruh pengurus lembaga cabang olahraga (cabor) agar melegalisasi struktur pimpinan. hal itu disampaikan Rudi saat membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kutim, di Jalan Maulana Ilham, Ahad, 2 Juni 2024, siang.
“Saya menekankan kepada para pengurus Cabor yang ada di Kutai Timur ini untuk melegalisasikan kepengurusan, karena kalau tidak legal artinya mati. Jadi kalau mau mengurus hal-hal yang sifatnya butuh support anggaran, itu tidak ada,” ungkap Rudi.
Rudi menjamin akan memberikan kemudahan kepada para pimpinan lembaga cabor yang hendak melegalkan kepengurusan. “Kami pun yang ada di KONI ini, saat teman-teman mengurus legalitas, akan sesegera mungkin mengurus rekomendasinya,” ujarnya.
Jaminan itu disampaikan Rudi dengan alasan sinergitas antar pihak dalam meraih prestasi olahraga. Ia sendiri sangat optimis prestasi olahraga Kutim akan meningkat jika pihak-pihak vital saling bersinergi.
“Kalau teman-teman kepengurusannya terbentuk secara legal, maka juga bisa mengejar sebuah prestasi. Karena prestasi olahraga itu tidak hanya dibebankan ke KONI, Pemerintah, atau pengurus Cabor, tetapi prestasi itu bisa dicapai saat semuanya bersinergi. Prestasi olahraga itu bisa kita raih jika ada sinergi antara atlet, orang tua atlet, KONI dan Pemerintah. jadi sisi-sisi itu kita benahi, termasuk legal organisasinya,” papar Rudi.
Selama ini, Rudi mengaku telah memberikan pelayanan maksimal. Karenanya, ia meminta kepada semua lembaca cabor yang ada di Kutim agar senantiasa membuka ruang diskusi jika menghadapi kendala-kendala teknis.
“Kami sendiri tak pernah lelah melayani, sebab menyadari kalau KONI Kutim itu adalah pelayan cabor. jadi kalau ada kendala dan permasalahan mari kita diskusi dan duduk bersama,” pintanya.
“Tentu semuanya untuk hal yang baik, dan prestasi emas untuk kejuaraan-kejuaraan berikutnya bisa tercapai,” tambah Rudi.
Sebelum membuka acara, Rudi meminta kepada PASI Kutim agar kembali menggandeng Ikatan Guru Olahraga (IGOR). Alasannya, lembaga cabor di Kutim mesti mempersiapkan atlet-atlet muda di sekolah, salah satunya lewat IGOR.
“Saya meminta kepada teman-teman yang akan menyusun pengurus PASI agar melihat potensi-potensi. jadi teman-teman kita ini kan banyak yang punya potensi, termasuk Ikatan Guru Olahraga, libatkan kembali agar gampang memonitor potensi hingga ke sekolah-sekolah, sehingga kita tidak kehabisan atlet,” tandas dia.


