Kutimzone.com, Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) David Rante, menyoroti pentingnya diversifikasi sumber pendapatan daerah sebagai respons terhadap sinyal dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) terkait potensi minimisasi sektor pertambangan.
David menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir, Kutim telah mengalami peningkatan pendapatan dari sektor pertambangan.
Namun, dengan adanya sinyal dari Bappenas mengenai kemungkinan minimisasi sektor tersebut, Rante menegaskan bahwa daerah perlu melakukan penyesuaian pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Sumber pendapatan dari pertambangan merupakan aset yang terbatas, itulah sebabnya kami gencar mendorong diversifikasi perekonomian melalui sektor perkebunan dan pertanian,” ungkap David kepada awak media, belum lama ini.
Ia optimistis bahwa sektor perkebunan, terutama perkebunan kelapa sawit, akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah pada tahun 2024.
Rante juga menyoroti upaya pemerintah dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penyempurnaan regulasi terkait pajak dan retribusi.
“Kami memperhatikan sektor PAD dan berharap pendapatan daerah bisa didorong dengan lebih optimal melalui pemungutan pajak dan retribusi pada tahun depan,” jelasnya.
David memandang sinyal dari Bappenas sebagai peringatan penting untuk Kutim agar mempertimbangkan langkah-langkah strategis dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Ia menekankan bahwa asumsi pendapatan di RPJMD haruslah seimbang dan tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan, tetapi juga memperhitungkan potensi kuat dari sektor lain yang sedang digalakkan.
Diversifikasi pendapatan daerah merupakan upaya untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber pendapatan tertentu. Hal ini penting dilakukan agar daerah tidak rentan terhadap fluktuasi harga atau perubahan kebijakan pemerintah pusat.
Kutim memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor-sektor ekonomi lain, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, dan industri kreatif. Sektor-sektor tersebut dapat menjadi sumber pendapatan alternatif bagi daerah.
Sektor pertanian di Kutai Timur memiliki potensi untuk menjadi sumber pendapatan yang signifikan. Luas lahan pertanian di Kutai Timur mencapai 1,6 juta hektar. Beberapa komoditas pertanian unggulan di Kutai Timur antara lain padi, jagung, kelapa sawit, dan karet.
Sektor perkebunan juga memiliki potensi yang besar di Kutai Timur. Luas lahan perkebunan di Kutai Timur mencapai 3,2 juta hektar. Beberapa komoditas perkebunan unggulan di Kutai Timur antara lain kelapa sawit, karet, dan kopi.
“Sektor perikanan juga memiliki potensi yang besar di Kutai Timur. Wilayah pesisir Kutai Timur memiliki perairan yang kaya akan ikan dan biota laut lainnya,” ujarnya.
Sektor pariwisata juga memiliki potensi yang besar di Kutai Timur. Kutai Timur memiliki berbagai objek wisata alam, budaya, dan sejarah yang menarik.
Sektor industri kreatif juga memiliki potensi yang besar di Kutai Timur. Kutai Timur memiliki sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif.
“Kutai Timur memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan sektor-sektor ekonomi lain. Dengan upaya yang terencana dan terarah, diversifikasi pendapatan daerah di Kutai Timur dapat tercapai,” tandasnya.


