Kutimzone.com, Sangatta- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) David Rante, optimis daerahnya bisa keluar dari ketergantungan pada sektor pertambangan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah global untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang emas pada tahun 2045.
“Kutai Timur memiliki potensi besar untuk berkembang di sektor-sektor ekonomi lain,” kata David kepada awak media, belum lama ini.
“Pertambangan memang menjadi penyumbang terbesar pendapatan daerah, tetapi kita tidak bisa mengandalkan satu sektor saja,” imbuhnya.
David menegaskan bahwa tantangan utama adalah menggeser fokus ekonomi daerah dari sektor pertambangan ke bidang lain. Hal ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat Kutai Timur.
“Bonus demografi yang dimiliki Kutai Timur, terutama melalui generasi muda yang luar biasa, menjadi pemicu untuk memajukan sektor ekonomi yang lebih beragam,” jelas David.
Masyarakat dan pemerintah setempat sedang berupaya memberikan dukungan luar biasa dalam upaya diversifikasi pendapatan dari sektor nonpertambangan. Upaya ini diarahkan untuk mengantisipasi perubahan paradigma ekonomi di masa mendatang.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tugas seluruh masyarakat Kutai Timur untuk beralih ke sektor ekonomi lain yang lebih berkelanjutan dan beragam,” tambah Rante.
Langkah-langkah strategis sedang dicanangkan untuk memperkuat dan mendiversifikasi sumber pendapatan daerah. Fokus utama adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan global dengan meningkatkan sektor ekonomi yang lebih beragam, memanfaatkan potensi generasi muda yang luar biasa sebagai salah satu aset utama daerah ini.
“Dengan peralihan ini, diharapkan Kutai Timur dapat berkembang menjadi entitas ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan, terlepas dari ketergantungan pada sektor pertambangan,” pungkas David.
Kutai Timur memiliki potensi besar untuk berkembang di sektor-sektor ekonomi lain, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, dan industri kreatif.
Di sektor pertanian, Kutai Timur memiliki lahan yang luas dan subur. Hal ini didukung oleh iklim yang tropis dan curah hujan yang tinggi. Beberapa komoditas pertanian unggulan di Kutai Timur antara lain padi, jagung, kelapa sawit, dan karet.
Di sektor perkebunan, Kutai Timur memiliki potensi untuk mengembangkan tanaman perkebunan seperti kelapa sawit, karet, dan kopi.
Di sektor perikanan, Kutai Timur memiliki potensi untuk mengembangkan perikanan tangkap dan budidaya. Wilayah pesisir Kutai Timur memiliki perairan yang kaya akan ikan dan biota laut lainnya.
Di sektor pariwisata, Kutai Timur memiliki potensi untuk mengembangkan wisata alam, wisata budaya, dan wisata sejarah. Beberapa objek wisata unggulan di Kutai Timur antara lain Taman Nasional Kutai, Danau Semayang, dan Museum Mulawarman.
Di sektor industri kreatif, Kutai Timur memiliki potensi untuk mengembangkan industri kerajinan, industri makanan, dan industri fashion.
“Dengan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan Kutai Timur dapat keluar dari ketergantungan pada sektor pertambangan dan menjadi daerah yang mandiri dan berkelanjutan,” tandasnya.


