banner 728x90
Berita  

Bimbim Minta Yayasan Segera Menetapkan Ketua STIPER Pengganti Prof Juraemi yang Sudah Purna Tugas

Kutimzone.com,Sangatta–Menyikapi kekosongan Ketua Stiper Kutai Timur, ketua harian Ikatan Alumni Stiper (IKA) Supiansyah desak Yayasan agar segera menetapkan penggantinya.

Terhitung sejak tanggal 31 Juli 2023 jabatan Prof Juraemi sebagai Ketua Stiper Kutai Timur berakhir, setelah menjabat kurang lebih 3 periode, terkait berakhirnya jabatan ketua Stiper Kutai Timur, otomatis terjadi kekosongan pimpinan di kampus tertua yang ada di Kutai Timur ini.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Harian Ikatan Alumni Stiper Kutai Timur, Supiansyah, SP mendesak agar pihak yayasan segera mengambil keputusan dengan melakukan pencarian sosok yang mampu dan layak untuk menjadi Ketua Stiper Kutai Timur, dan tentunya harus sesuai dengan aturan yang termaktub dalam statuta Stiper Kutai Timur.
“Harus segera di carikan pengganti ketua Stiper Kutai Timur, dan Ketua stiper yang baru nantinya diharapkan mampu membawa Stiper Kutai Timur menjadi lebih baik” Ujar ketua LSM Penjara Kutim ini

Lebih lanjut alumni agronomi Stiper Kutim ini meminta agar ada transparansi dalam penunjukkan Plt ataupun Ketua depenitif

“Dari kondisi sekarang ini, jangan di biarkan kosong seperti ini, minimal ada PLT nya, ini PLT nya aja ga jelas siapa yang di tunjuk oleh yayasan untuk menjalan kan roda akademis di kampus biru tersebut.” Ujar bimbim sapaan akrab  Supiansyah

Pria yang aktif di berbagai kegiatan organisasi kepemudaan yang ada di Kutai Timur juga menekankan agar pemilihan harus mengikuti aturan yang ada.

“Dan proses pencarian tersebut harus sesuai dengan aturan yang diatur dalam statuta Stiper Kutai Timur, diantara nya Pembina Stiper Kutai Timur dalam hal ini, Bupati wakil Bupati dan sekda harus dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan terkait jabatan ketua Stiper Kutai Timur tersebut.”

Terahir Bimbim meminta Yayasan agar pro aktif dalam berusaha mencari sumber-sumber anggaran untuk operasional Stiper serta perbaikan bangunan yang rusak

“Yayasan haru dapat mencari solusi dalam memperbaiki bangunan yang rusak parah, jangan hanya mengandalkan hibah” tutup bimbim.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *