banner 728x90

Ardiansyah Ngaku Produk Ikan Asin Air Tawar Kutim Diminati Investor Cina

Kutimzone.com, Muara Bengkal – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menyebut produk Ikan Asin Air Tawar diminati investor Cina. Daya tarik produk ini terletak pada kandungan vitaminnya yang tinggi.

Diketahui, Ikan Asin Air Tawar mengandung vitamin A. Artinya, mengonsumsi produk ini dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, juga bermanfaat untuk kesehatan organ mata.

Bupati menyebut ketertarikan investor Cina ingin membeli produk itu disampaikan melalui mitranya, yakni pengusaha Indonesia di Bekasi, saat mengikuti kegiatan Business Matching di Jakarta, belum lama ini.

“Cina tertarik membeli dan memasarkan kembali 7 ton (ikan asin air tawar) perbulan. Rinciannya ikan asin sepat siam 5 ton dan 2 ton ikan asin haruan atau ikan gabus. Itu mereka (investor) sampaikan saat mengikuti Business Matching di Jakarta, pada bulan September 2023 lalu,” kata Ardiansyah saat panen raya melon di Teluk Pandan baru-baru ini.

Saat ini, sambung Ardiansyah, ikan asin air tawar diproduksi dan dikembangkan di Kecamatan Muara Ancalong dan Muara Bengkal, tepatnya Desa Senambah dan Desa Malupan. Orang nomor satu di Pemkab Kutim ini menyebut bahwa potensi dimaksud menjadi peluang besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sementara Kepala Desa Senambah Ahmad Lamo membenarkan ikan asin air tawar cukup besar dan menjadi produk unggulan Desa Senambah.

Menurutnya jenis ikan asin air tawar yang di produksi masyarakat Desa Senambah antara lain berbahan baku ikan sepat siam, ikan gabus atau haruan, ikan biawan dan ikan tomang.

“Kalau pas musimnya produksi ikan asin Senambah bisa mencapai puluhan ton per bulan. Tapi kalau seperti saat ini, belum musimnya produksi berkurang. Tapi masih hitungan ton juga. Jadi kalau ada yang minat kami siap,” kata Kades Ahmad Lamo.

Untuk saat ini, produksi ikan asin air tawar dari daerahnya sudah dikirim untuk memenuhi pesanan ke Bekasi dan Cirebon. Biasanya produksi ikan asin lebih dulu dikumpulkan oleh para tengkulak atau pengepul yang ada.

“Kalau pengiriman ikan asin ke Bekasi, Cirebon itu sudah kami lakukan melalui para tengkulak atau pengumpul. Tapi yang menjadi masalah itu harga hanya dikisaran Rp 90 ribu per kilogram,” sebut Ahmad Lamo.

Maka dari itu dia berharap melalui dinas teknis terkait, bisa melakukan pemasaran yang baik. Sehingga harga yang didapat masyarakat terkait penjualan ikan asin semakin baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *