banner 728x90

Anggaran Bedah Rumah Bontang Dinilai Kurang, DPRD Minta Dinaikkan

Bontang – Anggota Komisi III DPRD Bontang Faisal menilai anggaran bedah rumah yang ada sekarang sudah tidak relevan lagi. Pasalnya, setiap tahun harga material terus naik.

“Kita harus perhatikan kecukupan anggaran saat melakukan program. Perlu melihat aspek lain, salah satunya yang terpenting dalam bedah rumah adalah bahan materialnya,” ujar Faisal saat interupsi Rapat Paripurna (Rapur) pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2024 menjadi Peraturan Daerah (Perda) di Auditorium 3D, Senin (27/11/2023).

Saat ini, anggaran bedah rumah di Bontang sebesar Rp20 juta per rumah. Faisal menilai besaran tersebut sudah tidak cukup untuk membangun rumah yang layak huni.

“Untuk program ini kita harus survei dulu terkait harga material yang akan digunakan. Harga pasti naik, dengan anggara Rp20 juta itu pasti kurang untuk saat ini,” jelasnya.

Faisal mengusulkan agar anggaran bedah rumah dinaikkan menjadi Rp35 juta atau Rp50 juta per rumah. Menurutnya, nilai tersebut masih cukup untuk membangun rumah yang layak huni.

“Perwalinya harus direvisi karena anggarannya hanya Rp20 juta, seharusnya Rp35 juta atau Rp50 juta untuk setiap rumah. Kita tahu sendiri harga material cukup tinggi,” tutupnya.

Dengan adanya dukungan dari semua pihak, diharapkan usulan peningkatan anggaran bedah rumah di Kota Bontang dapat tercapai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *