RS Muara Bengkal Butuh 141 Nakes dan 5 Dokter Spesialis

Kutimzone.com,Sangatta – Rumah Sakit Muara Bengkal di Kutai Timur ditargetkan akan beroperasi pada Oktober 2023. Namun, mengalami kendala yakni kurangnya tenaga medis yang diperlukan untuk mengoperasikan rumah sakit tipe D tersebut. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyatakan bahwa RS Muara Bengkal membutuhkan minimal 141 tenaga medis dan 5 dokter spesialis.
Agusriansyah Ridwan, anggota Komisi D DPRD Kutim, menekankan pentingnya percepatan pengoperasian RS Muara Bengkal, mengingat dana rakyat telah digunakan untuk membangun fasilitas ini dan harus dimanfaatkan secepat mungkin demi kepentingan masyarakat. Namun, ia juga menyadari bahwa pemenuhan tenaga medis dan kelengkapan fasilitas masih menjadi kendala.
Hingga saat ini, baru 23 tenaga medis yang bersedia ditugaskan di RS Muara Bengkal, dan itu pun merupakan hasil relokasi dari Puskesmas setempat. Agusriansyah meminta Pemerintah Kabupaten Kutim, terutama Dinkes, untuk berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait penambahan 118 tenaga medis lainnya agar rumah sakit dapat beroperasi dengan lancar.
Agusriansyah menyampaikan bahwa konsultasi dengan pemerintah pusat melalui Kemenkes merupakan langkah terakhir dalam mengatasi permasalahan pengoperasian RS Muara Bengkal. Ia berharap Pemkab Kutim segera melakukan langkah-langkah koordinasi tersebut, mengingat rencananya RS Muara Bengkal akan beroperasi pada bulan Oktober. Jika tidak ada penambahan tenaga medis, proses pengoperasian rumah sakit ini akan terhambat.
Dalam situasi ini, langkah konkret dari pihak berwenang akan menjadi penentu kesuksesan operasional RS Muara Bengkal. Keterlibatan pemerintah pusat diwajibkan agar rumah sakit yang telah dibangun dengan dana rakyat dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat setempat. Semoga dengan adanya kerjasama yang baik antara Pemkab Kutim dan Kemenkes, RS Muara Bengkal dapat beroperasi sesuai rencana dan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.
“Secepatnya dalam waktu karena rencananya bulan Oktober mau beroperasi. Kalau tidak ada tenaga medisnya kan mandek lagi,” tuturnya.(adv/Dprd)


